Berita

Wapres terpilih KH Ma'ruf Amin/Net

Politik

Saat Elite Safari Politik Jelang Pelantikan Jokowi, Ma'ruf Amin Mulai Ditinggalkan?

RABU, 16 OKTOBER 2019 | 01:42 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Jelang pelantikan Presiden dan wakil presiden terpilih 20 Oktober mendatang petinggi partai politik gencar melakukan safari politiknya. Sebut saja Prabowo Subianto sangat rajin sowan ke ketua umum parpol pengusung Jokowi seperti Nasdem, Golkar, PKB.

Jokowi sendiri sebagai presiden terpilih bahkan mengundang petinggi parpol pengusung kompetitornya ke Istana. Dari hari kehari, secara berurutan Jokowi mengundang Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Berbagai pertemuan itu disebut sebagai manuver politik jelang pengumuman kabinet Jokowi. Baik parpol yang sejak awal menjadi koalisi dan merapatnya eks oposisi melakukan loby-loby politik untuk berbagi kue kekuasaan menteri.


Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno melihat ada kejanggalan dalam pertemuan politik elite beberapa hari jelang pelantikan Jokowi. Dia menyebut hilangnya peran Ma'ruf Amin selaku wapres terpilih.

Menurutnya, kondisi politik saat ini berbeda ketika pertarungan Pilpres lalu. Ma'ruf Amin nampak menjadi salah satu kekuatan penting proses pemenangan Jokowi, khususnya membendung serangan politik idenditas.

"Saya kira menjadi pertanyaan banyak orang, kenapa tidak ada Kyai Ma'ruf Amin? Ini tentu menjadi pertanyaan penting, posisi wapres harus disertakan dalam memutuskan keputusan politik strategis. Harusnya bukan Jokowi saja, Kyai Ma'ruf harusnya dilibatkan," tandas Adi Prayitno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (16/10).

Lebih lanjut, Adi menganalisis dalam komunikasi elite politik beberapa hari ini peran Ma'ruf Amin seolah tidak memiliki signifikansi. Padahal, kerja keras politik Ma'ruf Amin dalam membendung serangan kekuatan politik identitas sangatlah efektif.

"Jangan pernah lupakan jasa Kyai Ma'ruf Amien membendung politik identitas. Legitimasi beliau dimata umat Islam, Rois 'Aam PBNU, Ketua MUI dan bahkan politik Islam kanan. Kalau posisi Kyai Makruf Amin diabaikan isu politik identitas ya bisa jebol. Jokowi dan petinggi parpol harus ajak bicara (Makruf Amin)," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya