Berita

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif/RMOL

Politik

KPK Masih Ngarep Jokowi Keluarkan Perppu

SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 14:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Setidaknya terdapat 26 poin masalah di dalam revisi UU 30/2002 tentang KPK yang mengharuskan Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu).

Begitu kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif kepada wartawan di Gedung ACLC KPK Lama, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/10).

"Kami berharap kepada presiden menunda pelaksanaan UU ini karena banyak sekali permasalahan. Lebih 26 kelemahan tidak sesuai dengan yang dikatakan Presiden bahwa akan memperkuat KPK," tutur Laode.


Laode menjelaskan, beberapa poin bermasalah itu salah satunya soal keberadaan dewan pengawas yang memangkas kewenangan pimpinan KPK. Menurutnya, dewan pengawas yang diatur dalam UU baru tidak berperan mengawasi.

"Ini betul-betul langsung memangkas kewenangan komisioner KPK kedepan. Kedua, dewan pengawas juga menimbulkan kerancuan, dia mengotorisasi penggeledahan, penyitaan, bahkan penyadapan. Bagaimana?" kritiknya.

Meski sangat berharap adanya Perppu, namun KPK akan tetap menjalankan tugasnya menggunakan UU hasil revisi jika Presiden Jokowi benar-benar tak mengeluarkan Perppu.

"Tentunya dengan segala keterbatasannya," tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya