Berita

Rumah sakit yang diserang Rusia/Net

Dunia

Times: Rusia Sengaja Serang Empat RS Di Suriah

SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 13:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebelum Turki, beberapa bulan lalu Rusia juga telah melakukan operasi di Suriah utara, wilayah yang dipercaya sebagai rumah bagi para pemberontak Kurdi.

Sayangnya, dalam serangan itu Rusia dengan sengaja membombardir empat rumah sakit hanya dalam waktu 12 jam.
Demikiran laporan yang dimuat oleh The New York Times, Minggu (13/10) seperti yang dilansir dari Channel News Asia.

Tepatnya 5 Mei, jet-jet tempur Rusia melakukan serangan udara terhadap empat rumah sakit di Suriah sebagai bagian dari usaha mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk memberantas pemberontak.

Tepatnya 5 Mei, jet-jet tempur Rusia melakukan serangan udara terhadap empat rumah sakit di Suriah sebagai bagian dari usaha mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk memberantas pemberontak.

Rumah Sakit Bedah Nabad al Hayat, Rumah Sakit Bedah Kafr Nabl, Rumah Sakit Gua Kafr Zita dan Rumah Sakit Ortopedi Al Amal menjadi keempat target serangan Rusia pada saat itu yang saat ini baru diketahui publik.

Menurut penyelidikan yang dilakukan surat kabar Times, serangan ini dilakukan oleh Rusia setelah mendapatkan koordinat yang tepat untuk rumah sakit.

Times melaporkan, seorang pengintai ditugaskan untuk memperingatkan warga sipil mengenai serangan tersebut. Setelah mendapatkan laporan dan perintah, pilot akan melepaskan bom ke sana.

Pernyataan ini kemudian langsung dibantah oleh Rusia yang menyatakan pihaknya tidak sengaja menyerang instalasi sipil.

Sementara itu, pada bulan lalu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengumumkan tengah mengadakan penyelidikan internal terhadap pembomban rumah sakit di Suriah yang mengakibatkan fasilitas medis di sana rusak.

Menurut Hukum Humaniter Internasional, fasilitas publik seperti rumah sakit dan sekolah tidak boleh jadi target serangan dalam sebuah perang atau konflik.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya