Berita

Polisi mulai mengamankan lokasi di sekitaran Istana Negara/RMOL

Presisi

Antisipasi Pergerakan Massa, Polisi Tetap Berjaga Di Sekitar Istana

SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 11:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pihak kepolisian tetap bersiaga mengantisipasi unjuk rasa di depan Istana Negara. Meskipun kabar akan adanya aksi demo pada hari ini belum bisa dipastikan kebenarannya.

Sebelumnya, beredar pesan berantai yang memberitahukan ribuan mahasiswa akan kembali turun ke jalan untuk aksi di depan Gedung DPR RI dan Istana Negara.

Dalam informasi yang beredar, sebanyak 2 ribu orang akan turun ke dua titik tersebut pada Senin (14/10). Diikuti oleh 23 Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi swasta di berbagai daerah di Indonesia.


Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda pergerakan massa seperti yang disebut dalam pesan berantai tersebut. Kendati demikian, pihak kepolisian tetap menerjunkan personelnya untuk berjaga di sekitaran Istana.

Dari pantauan Kantor Berita Politik RMOL, kawat berduri sudah dipasang di depan Istana guna mengantisipasi massa apabila benar-benar melakukan aksi.

Bahkan di depan taman pandang Istana pun sudah disiapkan satu unit barracuda dan dua mobil water canon. Kemudian, lalu lintas dari Harmoni menuju Medan Merdeka Selatan dan samping Istiqlal pun saat ini untuk sementara waktu dialihkan.

Salah seorang petugas kepolisian yang berjaga, Samakun, mengatakan dirinya belum tahu pasti elemen mana yang hari ini akan melakukan unjuk rasa.

"Belum tahu Mas, apakah mahasiwa atau elemen masyarakat. Tapi instruksinya kita berjaga, " singkatnya.

Sebelumnya Ketua BEM UI, Manik Marganamahendra mengatakan informasi yang beredar tidak benar atau hoax.

"Ngak ada, enggak itu (unjuk rasa), nggak benar Mas. setahu saya BEM sih nggak ada aksi besok mas," kata Manik, Minggu malam (13/10).  

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya