Berita

Prabowo Subianto dan Surya Paloh/Net

Politik

Pernah Bersama Di Golkar, Prabowo-Surya Paloh Akan Mudah Cair Jika Gabung Pemerintah

SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 08:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Silaturahmi kebangsaan antara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang terjadi Minggu (13/10) kemarin layaknya sebuah reuni.

"Baik Prabowo maupun Surya Paloh, keduanya punya sejarah politik yang sama dimana sebelumnya berkiprah di Golkar," ungkap pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/10).

Keduanya memang sama-sama pernah berkecimpung di partai beringin. Bahkan Prabowo sempat mencalonkan diri sebagai presiden dalam konvensi capres Golkar 2004 silam meski kalah suara dari Wiranto.


Pun demikian dengan Paloh sebelum akhirnya mendirikan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) 2011 silam. Pernah dalam satu partai membuat reuni keduanya berjalan hangat.

"Hubungan masa lalu tentu mempermudah keduanya untuk membangun relasi politik yang erat meski berbeda partai," lanjutnya.

Menurut Ade, baik Gerindra maupun Nasdem juga tidak memiliki rentang ideologis yang tajam. Keduanya dalam spektrum politik nasionalis-populis sehingga tidak ada hambatan ideologis jika kemudian berkongsi dalam pemerintahan Jokowi di jilid kedua ini.

"Jika keduanya masuk dalam koalisi pemerintahan, hambatan yang potensial terjadi diperkirakan hanya soal perebutan posisi pemerintahan maupun kebijakan yang dianggap strategis bagi kedua partai tersebut," jelas Ade.

"Biasanya, hal tersebut tidak akan terlalu sulit untuk dipecahkan karena dapat diselesaikan dengan pertukaran kepentingan dan power sharing," pungkasnya.

Keduanya melakukan pertemuan di Jalan Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Prabowo didampingi oleh Waketum Partai Gerindra, Edhy Prabowo dan Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Sedangkan Surya Paloh juga didampingi Sekjen Nasdem, Johnny G Plate.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya