Berita

Aksi emak-emak di depan Mapolda Petro Jaya/RMOL

Politik

'Gerakan Emak-emak Indonesia Bersuara' Minta Jokowi Hentikan Kekerasan Pada Rakyat

SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 02:57 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sekelompok masa yang menamai diri sebagai Gerakan Emak-emak Indonesia Bersuara melakukan aksi 'Solidaritas Emak-Emak Tabur Bunga' di depan Mapolda Metro Jaya, Minggu (13/10).

Dalam aksinya mereka memberikan dukungan kepada perjuangan mahasiswa dan pelajar yang turun dalam demonstrasi menolak revisi UU KPK dan RKUHP.

"Kami juga meminta kepada aparat kepolisian dan juga kepada Joko Widodo untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, segala penahanan terhadap rakyat, pelajar,  mahasiswa yang menyuarakan suaranya, " ungkap Koordinator aksi Kokom kumalawati (40), Minggu (13/10).


Aksi ini juga mengajak seluruh kaum perempuan, dan masyarakat luas untuk lebih perhatian dengan kondisi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja.

"Saat ini ada mahasiswa dan pelajar yang terancam masa depannya karena mereka ditahan, mereka di kriminalisasikan. lima mahasiswa dan pelajar juga sudah meninggalkan kita," kata Kokom.

"Lima tahun atau sepuluh tahun kedepan kami tidak mau itu terjadi kepada anak kami, karena kalau hari ini kami tidak bersuara, rezim akan terus melakukan itu," pangkasnya.

Selain  itu, Kokom melanjutkan, Gerakan Emak-emak Indonesia Bersuara juga akan melakukan penggalangan dana, untuk diberikan kepada keluarga korban.

"Buat kami mereka tahu tidak sendiri. Bahwa kami ada, seluruh rakyat Indonesia ada bersama mereka," tandasnya.

Dalam rangkaian aksi unjuk rasa menolak revisi UU KPK dan RUU kontroversial lainnya, lima orang tewas akibat luka-luka yang derita. Kelimanya adalah Bagus Putra Mahendra (15), Maulana Suryadi (23) Akbar Alamsyah (19) Randy (22), dan Yusuf Kardawi (19).


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya