Berita

Erick Thohir/Net

Politik

Pengamat: Ketimbang Menteri BUMN, Erick Thohir Lebih Cocok Jadi Menpora

SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 00:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Salah satu calon menteri yang disebut-sebut masuk dalam kabinet kedua Presiden Jokowi adalah pengusaha Erick Thohir. Mantan Ketua Tim Kemenangan Nasional Jokowi-Maruf itu kabarnya bakal mengisi pos Menteri BUMN.

Kabar ini bertentangan dengan pengakuan Erick tempo hari. Sebelumnya dia pernah mengungkapkan tidak akan tertarik masuk kabinet.

Dan bila kabar ini benar, maka patut disayangkan. Pasalnya, bisnis Erick dan juga kakaknya Garibaldi Thohir, banyak bersinggungan dengan BUMN.


Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komarudin mengatakan ini cukup riskan, karena berpotensi akan terjadi conflict of interest. Sebaiknya, Jokowi memilih calon Menteri BUMN yang bebas dari konflik kepentingan.

Menurut Ujang, biasanya Kementerian BUMN diisi oleh orangnya Presiden atau oleh kader partai pemenang. Namun jika Erick yang akan diplot menjadi Menteri BUMN, itu adalah hak prerogatif Presiden.

"Tapi intinya, karena khawatirkan menimbulkan conflict of interest, jadi akan sangat bahaya jika Erick Thohir jadi Menteri BUMN," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.

Ujang mengusulkan, jika Jokowi tetap ingin memasukkan Erick di kabinet, janganlah di Kementerian BUMN. Dia lebih cocok di pos kementerian lain misalnya jadi Menpora.

"Berikan jabatan Menteri BUMN ke kalangan profesional yang bersih. Ini kan di BUMN banyak masalah, banyak kerugian, satu persatu BUMN akan terbuka borok dan kebangkrutannya. Jadi perlu menteri yang berintegritas dari kalangan profesional untuk memperbaiki BUMN-BUMN yang sekarat," tutupnya.

Pandangan Ujang tidak jauh berbeda dengan Direktur Eksekutif Poin Indonesia, Karel Haris Susetyo. Karel menyarankan, untuk posisi Menteri BUMN, seharusnya Presiden mempertimbangkan sosok yang tepat.

Kata dia, yang pegang posisi Menteri BUMN haruslah sosok yang seminimal mungkin memiliki benturan kepentingan antara dirinya, keluarga dan usahanya dengan kepentingan kementerian tersebut.

"Dan seharusnya Menteri BUMN bukanlah anggota, kader atau terafiliasi dengan parpol tertentu. Karena ini rentan menjadikan BUMN sebagai sapi perah mereka," pungkas Karel seperti keterangan yang diterima redaksi.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Ranny Arafiq Datangi Polda Bukan sebagai Anggota DPR

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:11

Yusril Dapat Teror Usai Badko HMI Sumut Diskusi Kasus Penyiraman Air Keras

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:28

Bagi SBY, Juwono Sudarsono Sosok di Balik Modernisasi Pertahanan RI

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:13

Duh, 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:37

Bapera Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:06

Juwono Sudarsono Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:46

Anomali Lelang KPK: HP Oppo Rp59 Juta Tak Dilunasi Pemenang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:26

Prabowo Bakal Bahas Isu Strategis dalam Lawatan ke Jepang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:22

Stabilitas Pasokan dan Harga BBM Selama Mudik Dipuji Warganet

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:03

Gus Salam Serukan Hentikan Perang Iran-AS Demi Kemanusiaan

Minggu, 29 Maret 2026 | 16:39

Selengkapnya