Berita

Ketum Partai Geridra Prabowo Subianto/Net

Politik

Jika Gabung Koalisi Jokowi, Gerindra Diminta Tidak Tersandera Kepentingan Partai Lain

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 | 23:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Direktur Bidang Data Dan Analisis Lembaga Kajian Advokasi Lintas Masyarakat (Lekas) Usman Al Khair, mengatakan bahwa sikap Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) koalisi atau oposisi tidak boleh tersandera oleh kepentingan dan kebesaran partai Lain.

"Kebesaran Gerindra ditentukan oleh pimpinannya. Tidak boleh terjebak pada kepentingan oposisi dan koalisi, Gerindra jangan mau ditarik oleh kepentingan partai lain, mendorong Gerindra oposisi tapi ujungnya mereka duluan gabung," kata Usman Al-Khair, Minggu malam (13/10).

Pemilihan ketua Majelis Permusyawaratan Rakya (MPR) sebagai contoh pil pahit yang harus diterima dengan tidak mendapatkan kursi ketua MPR.


"Sederhana saja, kita bisa melihat pemilihan kursi Ketua MPR siapa partai yang mendukungnya sementara yang memintanya oposisi partai-partai apa," terangnya.

Perjuangan Gerindra dalam meraih suara kedua dari PDIP adalah karena konsistensinya melakukan pembelaan kepada kepentingan rakyat.

"Jadi selama ini perjuangan Gerindra tidak berubah, misalkan dia masuk ke koalisi pemerintah maka perjuangannya tetap harus sama, jangan cabut subsidi listrik, BBM, BPJS dan lainnya," terang Usman yang juga Mantan Ketua IMM Bone ini.

Dia meyakini apabila bergabung ke koalisi Jokowi, Gerindra akan tetap di jalan perjuangan rakyat, mengingat Prabowo adalah borang yang konsisten dalam bersikap.

"Sikap Prabowo selama ini tidak pernah berubah baik dalam cita-cita dan perjuangannya," ujarnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya