Berita

Gedung KPK/Net

Politik

KPK Hanya Bisa Dilemahkan Dari Dalam

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 | 22:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Produk revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tidak dapat melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters (PSV) Indonesia, Adhie Massardi menilai pelemahan suatu lembaga bisa terjadi jika ada internal yang bermain, bukan berasal dari unsur eksternal. Dalam hal ini, konsistensi pimpinan KPK dipertaruhkan.

"KPK itu tidak bisa dilemahkan dari luar maupun dari instrumen. KPK itu bisa dilemahkan dari dalam, jadi kalau komisionernya “tough”, konsisten dengan pemberantasan korupsi tidak akan ada aturan yang membelenggu dia," tegas Adhie kepada wartawan, Minggu (13/10).


Baginya UU KPK yang berusia 17 tahun memang layak untuk direvisi. Sebab, pemberantasan korupsi saat ini yang tidak mampu menembus tokoh-tokoh kelas kakap.

Artinya, andai UU yang lalu sudah cukup, maka seharusnya korupsi besar bisa ditembus dan diungkap ke publik.

"Faktanya kan banyak koruptor yang tidak bisa mereka tembus. Berarti kan pelemahannya bukan dari UU nya“ tegasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya