Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Atas Nama Kaum Pekerja, FSP BUMN Bersatu Usung Arief Poyuono Masuk Kabinet Jokowi

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 | 16:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang, dukungan kepada para calon menteri terus disuarakan.

Salah satunya surat terbuka dari Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu dan Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Negara.

Dalam surat itu, kedua federasi dengan tegas menyatakan dukungan kepada Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono untuk membantu Jokowi di Kabinet Kerja Jilid II.


“Kepada Presiden Joko Widodo, pemegang hak preogratif untuk menyusun kabinet pemerintahannya. Dengan ini kami mengajukan dan mengusulkan Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono, yang mewakili kaum pekerja di Indonesia,” tegas Wakil Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Ferdinand Situmorang dalam surat terbuka tersebut, Minggu (13/10).

Ferdinand menegaskan bahwa dukungan yang diberikan ke Arief Poyuono untuk mewakili kaum pekerja, bukan untuk mewakili Partai Gerindra yang kini menjadi perahunya. Pihaknya ingin, Arief diberikan tanggung untuk membantu Jokowi mengatasi masalah yang dialami para pekerja.  

“Kami juga mengamanatkan kepada Arief Poyuono, jika dipilih untuk membantu pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin agar selalu berjuang untuk para pekerja di Indonesia nantinya,” tegas Ferdinand.

Salah satu yang harus diselesaikan Arief saat di kabinet mendatang adalah melakukan revisi UU ketenagakerjaan. Waketum Partai Gerindra itu harus bisa mengubah UU tersebut, sehingga bisa memberikan jaminan kesejahteraan dan keberlangsungan kerja para pekerja Indonesia.

“Termasuk bisa memberikan jaminan bagi kemajuan sektor usaha di Indonesia,” pungkasnya sembari memastikan surat terbuka sudah melalui rapat internal dan disetujui semua anggota di seluruh Indonesia.  

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya