Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Keajaiban Kata Ulang

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 | 11:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KATA ulang dalam Bahasa Indonesia memiliki keajaiban tersendiri. Jika pada lazimnya kata ulang bermakna plural seperti kata-kata, anak-anak, orang-orang, raja-raja maka ada kata-ulang yang berubah makna menjadi sama sekali beda makna dengan kata-dasar yang diulang.
 
Simsalabim


Kata dasar jangan yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kata yang menyatakan melarang, berarti tidak boleh; hendaknya tidak usah, ternyata apabila diulang menjadi jangan-jangan langsung simsalabim mendadak berubah makna menjadi barangkali atau mungkin.


Kata dasar mata yang menurut KBBI bermakna indra untuk melihat; indra penglihat; sesuatu yang menyerupai mata (seperti lubang kecil, jala); bagian yang tajam pada alat pemotong (pada pisau, kapak, dan sebagainya); sela antara dua baris (pada mistar, derajat, dan sebagainya); tempat tumbuh tunas (pada dahan, ubi, dan sebagainya); sesuatu yang menjadi pusat; yang di tengah-tengah benar; yang terpenting (sumbu, pokok, dan sebagainya) apabila diulang menjadi mata-mata langsung abrakadabra berubah makna menjadi orang yang ditugasi menyelidiki secara diam-diam; agen rahasia; spion; penyusup ke pihak musuh . 

Beda

Kata-ulang pura-pura yang bermakna sikap yang tidak sesungguhnya sama sekali tidak memiliki keterkaitan makna dengan kata-dasar pura yang bermakna bangunan religius seperti Pura Besakih.

Demikian pula kata-ulang laba-laba yang bermakna satwa berkaki delapan yang piawai merajut sarang dengan zat benang yang berasal dari dalam tubuhnya sama sekali tidak ada kaitan dengan kata-dasar laba sebagai lawan kata rugi. 

Sementara kata dasar bukan sama sekali bukan padanan kata-ulang bukan-bukan sebagai lawan kata jangan-jangan yaitu mustahil alias tidak mungkin. Kata dasar tiba yang bermakna datang apabila diulang menjadi tiba-tiba bukan bermakna datang berulang kali namun bukan sulap bukan sihir langsung berubah makna menjadi secara mendadak, sekonyong-konyong.

Sementara kata-ulang gara-gara yang bermakna sebab; berkat; lantaran (sesuatu yang menjadi penyebab); pertanda sama sekali tidak memiliki keterkaitan makna dengan kata-dasar gara yang malah sama sekali tidak bermakna apa pun kecuali jika diselipi kata ha menjadi gahara yang menurut KBBI bermakna keturunan raja yang tulen atau ayah-ibunya anak raja-raja.

Penulis adalah pembelajar keajaiban bahasa.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya