Berita

Foto:Net

Politik

Satu Barisan Oposisi Dengan PKS, PAN: Partai Lain Silakan Ambil Sikap Sendiri

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 22:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dua partai politik, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional tegas memutuskan untuk berada di luar pemerintah. Hal itu menyusul potensi bergabungnya Gerindra dan Demokrat pasca para ketua umumnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Khusus untuk PAN, parpol pimpinan Zulkifli Hasan ini lebih menyukai disebut penyeimbang dibanding oposisi. Setidaknya begitu yang diungkapkan Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay.

"Istilah oposisi itu tidak dikenal dalam sistem politik kita. Karena itu, kami cukup menyebutnya menjadi kekuatan penyeimbang," kata Saleh kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (12/10).


Untuk saat ini, baru dua parpol tersebut secara gamblang memberi sikap di luar kekuasaan. Namun, hal itu seakan mendapat suntikan dukungan dari warganet.

Hari ini, gerakan #kamioposisi masif digaungkan di sosial media. Bahkan tagar ini sempat menempati trending topic kedua di twitter pada Sabtu sore. Meski tak dipungkiri salah satu penggagas gerakan tersebut adalah Mardani Ali Sera yang tak lain politisi PKS.

Terlepas dari itu, Saleh menyambut baik jika masyarakat berada di barisannya menjadi pengkritik pemerintah dalam periode 2019-2024 mendatang.

"Jika masyarakat ingin ikut bersama, tentu dengan tangan terbuka dan dengan senang hati kami menerima," lanjutnya.

Soal kesamaan sikap dengan PKS, Saleh mengaku tak ada komunikasi sebelumnya. Sikap PAN sebagai penyeimbang pun ditegaskan tak ada hubungan dengan parpol lain.

"Ini hanya sikap PAN saja. Partai lain silakan ambil sikap sendiri. Masing-masing partai berhak menentukan langkahnya sendiri-sendiri," demikian Saleh.

Melalui Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, PKS juga menegaskan akan memilih sikap oposisi di pemerintahan Jokowi-Maruf mendatang.

"Insya Allah PKS tetap komitmen berada di luar pemerintahan," tutur Jazuli.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya