Berita

Densus 88 bekuk teroris/Net

Pertahanan

Tangkal Terorisme, Pengamat: Harus Ada Screening Ideologi Di Rekrutmen Kepala Daerah

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 22:20 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Partai politik harus memperketat rekrutmen kader yang ingin maju sebagai calon kepala daerah.

Hal ini diungkapkan Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens terkait insiden penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto. Menurutnya, pengetatan rekrutmen diperlukan agar kepala daerah tidak terpapar radikalisme.

"Partai harus lebih serius untuk melawan terorisme. Bagaimana caranya? Mulai dari rekrutmen calon kepala daerah atau calon wakil rakyat, harus ada screening ideologi supaya yang terpapar radikalisme tidak ikut masuk menguasai ruang kekuasaan," kata Boni kepada wartawan, Sabtu (12/10).


Boni menambahkan, setidaknya PDI Perjuangan, PKB dan Golkar menjadi tolok ukur yang konsisten dan tegas melawan terorisme.

Ia mencontohkan bagaimana di jaman pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyonono (SBY), melalui kritisi fakta bahwa banyak kader radikal yang dibiarkan masuk Pemda, DPRD, BUMN, birokrasi, dan lembaga negara lainnya.

"Apa yang terjadi sekarang adalah konsekuensi dari keteledoran di masa lalu," sesalnya.

Meski begitu, Boni juga menyarankan BIN, Polri dan TNI lebih masif melakukan pemetaan yang komprehensif untuk menangkal kelompok teroris.

"Yang menjadi perhatian saat ini dan ke depan adalah bagaimana mekanisme diseminasi informasi dan koordinasi antaragensi itu bisa terus berjalan optimal sehingga tidak ada ruang bagi pelaku teror untuk mendelegitimasi negara atau membunuh masyarakat melalui serangan-serangan kejut," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya