Berita

Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay/RMOL

Politik

Saleh Daulay: PAN Tetap Di Luar Pemerintah, Biar Rakyat Yang Menilai

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 21:53 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memicu kemungkinan Gerindra dan Demokrat masuk ke dalam koalisi pemerintah.

Merespons hal itu, Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay mengaku tak masalah jika dua parpol tersebut masuk ke lingkaran Istana. Menurutnya, hal itu menjadi hak masing-masing partai politik.

"Andaikata Gerindra dan Demokrat pada akhirnya bergabung bersama pemerintah, itu adalah hak mereka. Kita tidak bisa mendikte atau memberikan penilaian," kata Saleh Daulay kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (12/10).


Kebebasan parpol untuk memilih jalan politiknya makin bebas mengingat koalisi partai pengusung Prabowo di Pilpres 2019 sudah bubar. Koalisi pendukung Prabowo, kata Saleh, sudah sepakat untuk memilih dan mengambil jalannya masing-masing.

Soal kemungkinan Gerindra bergabung, jelasnya, ia menyerahkan kepada publik untuk menilainya.

"Yang berhak menilai masyarakat, mana yang sungguh-sungguh berjuang untuk membawa perubahan, mana yang hanya ingin mengejar target dan capaian politik praktis semata," tekannya.

Disinggung soal sikap partai, ia menyebut PAN akan berada di luar pemerintah.

"Itu bukan berarti PAN akan menjadi oposisi yang selalu bersebelahan dengan pemerintah. Jika program pemerintah sesuai aspirasi rakyat, PAN akan mendukung," tegasnya.

“Tidak perlu pakai istilah oposisi. Kita lebih baik menjadi kekuatan penyeimbang. Itu sangat penting di dalam sistem demokrasi yang kita anut saat ini," demikian Saleh Daulay.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya