Pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jumat kemarin (11/10), untuk menyamakan konsep. Termasuk konsep pertumbuhan ekonomi double digit yang sempat disinggung dalam pertemuan tersebut.
Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria kepada wartawan usai mengisi diskusi bertajuk "Peta Politik Pasca Pesta di Parlemen", di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10).
"Ada kesamaan pandang Pak Jokowi dengan Pak Prabowo bagaimana ke depan kita harus bersatu untuk membangun bangsa," kata Riza Patria.
"Pak Prabowo itu selalu menyampaikan bahwa Indonesia ini memiliki sumber daya alam yang luar biasa, ini harus dikelola dengan baik. Kalau sumber daya alam ini dikelola dengan baik, Indonesia tidak hanya bisa menjadi negara yang maju, tidak hanya bangkit, tapi ekonomi kita bisa dua digit," sambungnya.
Saat disinggung soal maksud dari pembahasan ekonomi
double digit itu, apakah sebuah sinyal untuk partai Gerindra akan menadapatkan jatah menteri, Riza tidak membantahnya.
"Ya Pak Prabowo itu memang sejak dulu sebelum jadi ketum, sebelum mendirikan partai, juga punya visi Indonesia ke depan yang maju. Diantaranya Indonesia ini sebagai negara agraris harus mengedepankan pentingnya kedaulatan pangan. Jadi kita ini harus mengutamakan itu," demikian Riza.
Saat bertemu dengan Jokowi Jumat kemarin, Prabowo mengatakan kalau Gerindra masuk dalam Kabinet Kerja jilid II, salah satu fokusnya adalah soal pertumbuhan ekonomi.
"Kami siap beri gagasan optimis, kami yakin bisa bantu ekonomi
double digit," tegas Prabowo.
Kendati begitu, Prabowo juga menegaskan sikap Gerindra apabila tidak bergabung dengan pemerintah, akan menjadi penyeimbang.
"Kalau tidak masuk kabinet, kami jadi check and balance, penyeimbang," kata Prabowo yang berada di samping Jokowi.