Berita

Ahmad Riza Patria/RMOL

Politik

Soal Pertumbuhan Ekonomi Double Digit, Gerindra: Ada Kesamaan Pandangan Prabowo Dengan Jokowi

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 13:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jumat kemarin (11/10), untuk menyamakan konsep. Termasuk konsep pertumbuhan ekonomi double digit yang sempat disinggung dalam pertemuan tersebut.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria kepada wartawan usai mengisi diskusi bertajuk "Peta Politik Pasca Pesta di Parlemen", di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10).

"Ada kesamaan pandang Pak Jokowi dengan Pak Prabowo bagaimana ke depan kita harus bersatu untuk membangun bangsa," kata Riza Patria.


"Pak Prabowo itu selalu menyampaikan bahwa Indonesia ini memiliki sumber daya alam yang luar biasa, ini harus dikelola dengan baik. Kalau sumber daya alam ini dikelola dengan baik, Indonesia tidak hanya bisa menjadi negara yang maju, tidak hanya bangkit, tapi ekonomi kita bisa dua digit," sambungnya.

Saat disinggung soal maksud dari pembahasan ekonomi double digit itu, apakah sebuah sinyal untuk partai Gerindra akan menadapatkan jatah menteri, Riza tidak membantahnya.

"Ya Pak Prabowo itu memang sejak dulu sebelum jadi ketum, sebelum mendirikan partai, juga punya visi Indonesia ke depan yang maju. Diantaranya Indonesia ini sebagai negara agraris harus mengedepankan pentingnya kedaulatan pangan. Jadi kita ini harus mengutamakan itu," demikian Riza.

Saat bertemu dengan Jokowi Jumat kemarin, Prabowo mengatakan kalau Gerindra masuk dalam Kabinet Kerja jilid II, salah satu fokusnya adalah soal pertumbuhan ekonomi.

"Kami siap beri gagasan optimis, kami yakin bisa bantu ekonomi double digit," tegas Prabowo.

Kendati begitu, Prabowo juga menegaskan sikap Gerindra apabila tidak bergabung dengan pemerintah, akan menjadi penyeimbang.

"Kalau tidak masuk kabinet, kami jadi check and balance, penyeimbang," kata Prabowo yang berada di samping Jokowi.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya