Berita

Ahmad Riza Patria (paling kanan)/RMOL

Politik

Gerindra: Tidak Masalah Di Dalam Atau Di Luar, Yang Penting Berkontribusi Pada Negara Dan Rakyat

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 11:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Negara Jakarta, Jumat kemarin (11/10), jangan diartikan hanya membahas komposisi kabinet. Sebab, lebih jauh dari itu, ada hal lain yang lebih esensial dibicarakan.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria di sela-sela acara diskusi bertajuk "Peta Politik Pasca Pesta di Parlemen", di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10).

"Kemarin pertemuan Pak Jokowi kan Pak Prabowo sudah disampaikan, 'kami siap membantu pemerintah jika diperukan, jika tidak juga kami akan tetap membantu pemerintah dengan jadi partai penyeimbang'," ujar Riza mencontoh Prabowo.


"Jadi artinya bagi kami bahwa yang paling penting bukan ada di dalam atau di luar pemerintahan, tapi sejauh mana kontribusi kita kepada negara, kepada rakyat," sambungnya.

Riza menyatakan, Gerindra akan tetap menerima apapun yang menjadi keputusan Presiden terkait posisi mereka untuk lima tahun ke depan. Merutnya, akan percuma jika memilih oposisi tetapi tidak konstruktif dalam berposisi.

"Jangan sampai di dalam jadi masalah, masalah KKN dan sebagainya, dan di luar hanya bisa mengkritisi menggonggong tanpa memberi solusi, enggak baik juga," kata Riza.

"Di luar di dalam tidak penting, yang penting kontribusi positif bagi negara. Itu yang jadi penting untuk Gerindra hari ini. Tidak mesti harus di dalam di luar," imbuhnya menegaskan.

Selain Riza, narasumber yang lain diantaranya politisi Partai Nasdem Irma Chaniago, Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad, Wasekjen PPP Ahmad Baidowi, dan pakar komunikasi politik LIPI Siti Zuhro.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya