Berita

Direktur Eksekutif Setara Institue Ismail Hasani/RMOL

Pertahanan

Bukan Hanya Pemerintah, Masyarakat Harus Terlibat Aktif Perangi Terorisme

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 06:41 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Publik beberapa hari ini digegerkan oleh insiden penikaman Menteri Koordinator Politik, Hukum dan keamanan) Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Seluruh elemen bangsa diminta berpartisipasi aktif melawan segala bentuk aksi terorisme.

Direktur Eksekutif Setara Institute Ismail Hasani menegaskan, mengutuk segala bentuk aksi terorisme dan ekstremisme kekerasan (violent extremism) yang menggunakan doktrin ideologi apapun untuk mengganggu  tatanan hidup bersama bangsa dan negara.  

Terorisme kata Ismail, adalah musuh bersama bagi seluruh umat manusia. Menurutnya, melawan terorisme tidak boleh dibebankan kepada negara dan alat pemerintahannya. Elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam menumpas segala bibit ekstrisme yang berujung aksi teror.


"Negara memang harus menjadi agensi utama dalam pencegahan ekstremisme kekerasan. Namun demikian, dibutuhkan juga partisipasi dan keterlibatan warga, khususnya dalam pencegahannya, sehingga akan terbangun perlawanan semesta terhadap terorisme," urai Ismail dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat malam (11/10.

Lebih lanjut Ismail menjelaskan, agenda penguatan warga dalam memerangi terorisme merupakan kebutuhan pokok dalam membentengi seluruh lapisan masyarakat agar terhindar dari paparan narasi antikebinekaan dan Pancasila.

"Pendidikan kebinekaan dan tata kelola yang inklusif harus digalakkan, agar seluruh anak bangsa dapat hidup bersama secara damai di tengah aneka perbedaan. Di samping itu, promosi toleransi mesti menjadi agenda kolektif yang berkelanjutan," pungkasnya.

Pengajar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menambahkan, penyebaran paham intolerasni harus ditangan sejak dini. Menurut kajiannya, sikap intoleransi merupakan sebuah bibit dari paham terorisme.

"Merebaknya intoleransi dan radikalisme harus ditangani sejak dini. Setara Institute mengingatkan kembali bahwa intoleransi merupakan anak tangga pertama menuju terorisme," pungkasnya.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Cara Cek Status Eligible Magang Kemnaker 2026, Alasan Tidak Lolos Verifikasi

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:22

Prabowo Segera Luncurkan Motor Listrik Buatan Anak Bangsa

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:19

Panglima: TNI AD Sumbang 55 Persen Produksi Beras Nasional 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:53

Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:26

Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:19

Halaqah Pra Muktamar NU Diawali Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:17

Prabowo Putuskan Bangun Minimal 30 Pabrik Bioetanol di Indonesia

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:16

Jadwal Final dan Perebutan Posisi 3 Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Prancis Tantang Inggris

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:07

Pertamina Patra Niaga Bantah Isu Transporter Enggan Salurkan BBM di Sumut

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Pramono Buka Jalan Alumni PKM Berdakwah di Masjid Milik Pemprov DKI

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Selengkapnya