Berita

Masyarakat Indonesia di AS/Ist

Pertahanan

Masyarakat Indonesia Di AS Minta Polisi Usut Dalang Aksi Penikaman Wiranto

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 05:24 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Masyarakat Indonesia di Amerika Serikat yang tergabung dalam konsolidasi ribuan relawan lintas organisasi yang menggabungkan 36 negara bagian di AS, Amerika Bersatu menyuarakan keprihatinan mereka dan mengecam upaya pembunuhan Menko Polhukam Wiranto (10/10) di Pandeglang, Banten.

Ronny Rusli dari Dallas, TX, selaku Chairman dari Amerika Bersatu mengimbau Pemerintah untuk mengusut tuntas dan mengambil langkah tegas terhadap semua pihak yang mengganggu ketentraman dan kedamaian di tanah air.

"Terutama atas kelompok-kelompok radikal yang memaksakan kehendak dan ideologi melalui tindak kekerasan," kata Ronny melalui keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu dinihari (11/10).


Hal senada disampaikan oleh Indradi Partowardojo, sesepuh Amerika Bersatu dari Washington, D.C. dan salah satu pendiri dari organisasi #DC4INDONESIA.

Menurut dia, peristiwa penusukan terhadap Wiranto adalah bukti bahwa radikalisme dan intoleransi telah menjadi ancaman nyata bagi NKRI, dan harus dibasmi habis hingga ke akarnya.

"Mari kita kembalikan Indonesia sebagai negara demokrasi yang toleran, rumah untuk semua orang, apapun suku bangsa, agama, ras dan budayanya," ujar Indradi.

"Pemerintah harus tegas dalam menindak, melibas segala bentuk radikalisme. Kami siap mendukung penuh usaha pemerintah sebisa kami dalam hal ini,” tambah Rossy Beaudoin, warga Indonesia yang tinggal di Vancouver, Canada.

Masyarakat Indonesia di Amerika Serikat juga mengimbau pemerintah mengungkap dalang di balik peristiwa itu.

Robbynson Suy, salah satu sesepuh Amerika Bersatu dari North Carolina yang juga pernah menjadi anggota Marinir TNI berharap Pemerintah akan menghukum para pelaku seberat-beratnya.

“Saya ingat sekali pernah tersebar berita ada rencana aksi pembunuhan terhadap sejumlah tokoh nasional beberapa waktu yang lalu. Ini sudah tidak main-main. Penusukan dan upaya pembunuhan, ini jelas tidak dapat ditolerir. Hukum seberat-beratnya harus dijalankan,” tegasnya.

Syaiful Hamid, salah satu sesepuh Amerika Bersatu yang juga pendiri dari Indonesian House of New York berpendapat bahwa tindakan tegas pemerintah harus dimulai pada pembersihan aparat negara dari paham radikalisme.

“Saya percaya upaya ini merupakan gunung es dari bahaya laten radikalisme bukan dari dalam negeri saja, tapi juga di luar negeri. Bahkan sudah jelas banyak aparat kita yang tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945,” tandas Syaiful.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya