Berita

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin/Net

Politik

Penusuk Wiranto Dipantau Sejak Lama, Kenapa Bisa Kebobolan?

JUMAT, 11 OKTOBER 2019 | 22:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada pertanyaan besar yang berkembang di masyarakat mengenai penusukan Menko Polhukam, Wiranto di Pandeglang, Banten oleh dua pelaku yang disebut jaringan JAD Bekasi. Hal itu berkenaan dengan klaim Badan Intelijen Negara (BIN) yang telah mengendus pelaku sejak tiga bulan lalu.

Kejanggalan ini juga dirasakan oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dalam merespons musibah yang dialami Wiranto.

"Pikiran awam saya bertanya, mengapa justru bisa kebobolan?" tanya Din Syamsuddin dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (11/10).


Baginya, jika benar intelijen dan aparat keamanan kebobolan, maka akan timbul kekhawatiran lebih besar di kalangan masyarakat dari segi keamanan negara.

"Suasana ini tidak positif karena menunjukkan bahwa negara sesungguhnya tidak aman, dan negara akan dianggap gagal mengemban amanat Konstitusi, yakni melindungi rakyat warga negara," paparnya.

Oleh karenanya, ia meminta kepada aparat berwenang untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas. Kasus tersebut juga diminta diproses melalui penegakan hukum yang transparan, imparsial, dan berkeadilan.

"Jika tidak, maka masing-masing pihak akan mengemukakan versi dan interpretasinya dengan 'bukti-bukti' sebagai disinformasia (penyesatan informasi) terhadap pihak lain. Suasana demikian akan menimbulkan sikap saling tidak percaya satu sama lain," demikian Din Syamsuddin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya