Berita

Reruntuhan pesawat Boeing 737 Max yang jatuh di Ethiopia/Net

Dunia

Mengejutkan, Hasil Penelitian FAA Sebut Pilot Boeing 737 MAX "Lupa" Cara Terbang Manual

RABU, 09 OKTOBER 2019 | 15:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pilot tidak mengerti bagaimana cara menerbangkan pesawat secara manual akibat terlalu mengandalkan teknologi. Demikian penuturan pejabat Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) perihal insiden kecelakaan maut yang melibatkan Boeing 737 MAX.

"Ketika mesin otomatis berhenti atau tidak bekerja dengan baik, pilot yang tidak memiliki pengalaman dan pelatihan yang cukup tentang kontrol manual yang tepat mungkin ragu-ragu untuk mengendalikan pesawat," demikian laporan FAA ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, ICAO.

Ketergantungan yang berlebihan pada sistem otomatis atau autopilot di pesawat berteknologi tinggi telah membuat pilot "lupa" untuk menerbangkan pesawat secara manual. Hal ini sangat berisiko terutama ketika sistem pesawat mengalami kegagalan dan pilot tidak tahu bagaimana cara mengambil alih.


Sementara itu, Daily Mail yang mengutip dari Times melaporkan, Selasa (8/10), menurut FAA kesalahan manual berkontribusi 92 persen dari semua kecelakaan pesawat di dunia.

Lebih lanjut, dalam laporan tersebut, FAA memberi solusi untuk ICAO agar bisa menerapkan perubahan dalam pelatihan yang sesuai dengan level AS. Selain itu pilot juga harus dilatih untuk lebih percaya diri ketika berada di belakang kendali pesawat, khususnya ketika mengoperasikan mesin secara manual.  

Menurut lisensi level AS, seorang pilot butuh jam terbang minimal 1.500 jam. Sedangkan lisensi ICAO hanya mengharuskan pilot terbang 240 jam dengan simulator atau kokpit. Hal ini tak lepas dari kondisi tingginya permintaan pilot di dunia yang tidak diiringi dengan sumber daya mencukupi.  

"Penting untuk mengembangkan ketahanan pilot ketika bereaksi terhadap efek yang mengejutkan dan mempertimbangkan reaksi manusia," tambah FAA.

Diketahui, seluruh armada Boeing 737 MAX terpaksa di-grounded setelah dua pesawatnya jatuh. Pesawat pertama yaitu Lion Air JT-610 yang jatuh pada 29 Oktober 2018 di Indonesia. Kedua adalah Ethiopian Airlines 302 yang jatuh pada 10 Maret 2019 di Ethiopia.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya