Berita

Ilustrasi Singapura/Net

Dunia

Geser AS, Ekonomi Singapura Paling Kompetitif Di Dunia

RABU, 09 OKTOBER 2019 | 14:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Singapura berhasil menggeser posisi Amerika Serikat sebagai negara dengan ekonomi paling kompetitif pada 2019. Demikian laporan "Global Competitiveness Report" dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang dirilis Selasa (8/10).

Dimuat Channel News Asia, Singapura mencetak skor 84,8 dari skala 0 hingga 100. Sementara itu, AS tergelincir dari 85,6 pada tahun lalu menjadi 83,7. Diduga faktor utamanya adalah karena perang dagang dengan China.

Di bawah AS terlihat ada Hong Kong yang naik dari posisi ketujuh menjadi ketiga dengan skor 83,1. Namun WEF menjelaskan data yang dikumpulkan dan digunakan sebelum adanya gelombang protes pada Juni lalu hingga saat ini.


Selain itu, Belanda dan Swiss saling susul dengan urutan keempat dan kelima.

Global Competitiveness Report sendiri mengukur daya saing negara berdasarkan faktor-faktor yang mencakup infrastruktur, kesehatan, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, kualitas lembaga publik, hingga keterbukaan ekonomi.

Dengan digesernya AS oleh Singapura dinilai menjadi bukti dampak negatif keputusan politik Presiden AS Donald Trump.

Namun Direktur Pengelola WEF, Saadia Zahidi mencatat, "data keras" untuk menilai dampak negatif tarif AS sangatlah kurang, karena rangkaian produk yang terpengaruh tetap terbatas dibandingkan dengan perdagangan keseluruhan. Meski demikian, Zahidi mengakui bahwa sentimen investasi di AS telah menurun.

"Itu (perang dagang) pada akhirnya akan berdampak pada investasi jangka panjang; itu akan berdampak pada bagaimana para pembuat keputusan berpikir; yang pada akhirnya akan berdampak pada pandangan para pemimpin bisnis. Jadi itu penting dalam jangka panjang," pungkas Zahidi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya