Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Biar Debat Berkualitas, Jokowi Disarankan Ganti Moeldoko Dengan Fahri Hamzah

RABU, 09 OKTOBER 2019 | 03:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Para pembantu Presiden Joko Widodo mulai ramai mengeluarkan pernyataan jelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang.

Mereka bersemangat tampil di media untuk membela Jokowi dengan harapan bisa dipilih kembali sebagai menteri di periode kedua.

Namun demikian, tidak sedikit dari mereka yang justru membuat blunder saat berkomentar. Salah satunya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.


Pernyataan mantan panglima TNI yang menyebut Jokowi-Maruf sudah tidak membutuhkan buzzer dianggap mendiskreditkan Jokowi. Sebab, pernyataan itu seolah mengkonfirmasi bahwa Jokowi pernah memiliki buzzer.

Jelang pelantikan presiden, Jurubicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak turut mengomentari susunan kabinet Jokowi.

Dia menyarankan agar Jokowi mengambil mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sebagai pembantu yang menggantikan Moeldoko.

“Sebagai kepala KSP misalnya,” ujar Dahnil dalam akun Twitter pribadinya, Selasa (8/10) lalu.

Menurutnya, jika ada Fahri di kubu Jokowi, perdebatan di publik semakin menjadi lebih berkualitas. Oposisi, sambungnya, juga punya lawan berat saat berdebat.

“Minimal yang di luar pemerintah punya lawan berpikir dan kepresidenan bisa terbantu membangun percakapan dan dialog berkualitas di internal,” tutupnya.

Namun demikian, Fahri mengaku tidak berminat dengan jabatan itu. Sembari berkelakar, Fahri mengaku lebih memilih menjadi seorang penjaga masjid.

“Kelebihan marbot adalah dia selalu mendengar suara azan. Berbeda dengan jubir, kadang azan kelewatan,” jawabnya kepada Dahnil.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya