Berita

Prabowo dan Jokowi/Net

Publika

Demokrasi Butuh Oposisi

SELASA, 08 OKTOBER 2019 | 18:13 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

PERIODE #1 Jokowi membesarkan 2 partai: PKB dan Nasdem. Ikatan utang-piutang politik di-closing dengan memenangkan Jokowi di Pilpres 2019.

PDI-Perjuangan pegang kunci kemenangan Jokowi. Enam belas provinsi dikuasai. Sumatera, Kalimantan, Indonesia Timur. PDI-Perjuangan bikin hattrick di dua provinsi.

Di Jawa Timur, PDI-Perjuangan menumbangkan PKB sebagai penguasa primordial.


Di DKI Jakarta, PDI-Perjuangan menguasai 24% suara sekalipun gubernurnya bukan kader PDI-Perjuangan. Mereka mematahkan mitos pemenang Pilgub otomatis menang di Pilpres dan Pileg.

Perbedaan PDI-Perjuangan dan Nasdem sekitar 15 juta suara. Terlalu Jauh. Wajar bila PDI-Perjuangan punya dominasi menentukan arah Jokowi periode dua.

Bagi PKB, Demokrat, beberapa partai gagal treshold dan "tokoh muda", Pilpres 2019 bukan hanya menangkan Jokowi. Motif lebih utama; Menjegal Sandiaga Uno berkuasa.

Sehingga bursa Pilpres 2024 akan diisi orang baru. Start dari nol. Tidak ada incumbent.

Tumbangnya Sandiaga Uno berarti memudahkan mereka bermain dalam bursa Pilpres 2024.

Syahdan, Jokowi tidak benar-benar berutang budi kepada golongan yang disebut di atas. Justru mereka butuh Jokowi dalam rangka agenda besar subjektif-egois tahun 2024.

Pemerintahan Jokowi aman bila ditopang tiga partai 2 digit: PDI-Perjuangan, Gerindra, dan Golkar.

Statement Ibu Megawati di pertemuan Tengku Umar jelas menyatakan, "Sistem Indonesia tidak mengenal oposisi".

Artinya dia ingin merangkul semua partai lolos parliamentary threshold duduk bersama membangun negeri. Tak terkecuali PKS yang jual-mahal.

Pertemuan semi konspirative "4 parpol" hanya menghasilkan manuver Surya Paloh makan siang dengan Anies Baswedan. Golkar pasti blocking ke Mega-Pro. PKB beri sinyal positif dengan statement di Harlah 21 PKB. PPP sudah sowan ke Kertanegara 4.

Sikap dan manuver Partai Demokrat yang lentur sulit diterima kiri-kanan. Sekeras apapun kadernya menjilat.

Ibu Megawati enggan. Pak Prabowo ya so so. Tempat paling pas bagi Partai Demokrat dalam rangka AHY 2024 adalah oposisi.

PKS masih usung jargon "kami oposisi". Tarik menarik internal Nasdem. Pengennya tetep dalam ruling circle. Tapi nahas tidak disukai Megawati.

Semoga akan mengkristal dan tidak bisa diubah, maka PKS-Nasdem-PD akan jadi oposisi. Karena Demokrasi, katanya, butuh oposisi.

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya