Berita

KJRI Hong Kong di Causeway Bay/Net

Dunia

Unjuk Rasa Masih Berlangsung, KJRI Hong Kong Imbau WNI Jauhi Lokasi Demo

SELASA, 08 OKTOBER 2019 | 16:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Unjuk rasa di Hong Kong pada akhir pekan lalu tidak hanya menciptakan kekhawatiran, namun juga mengancam keselamatan publik, tidak terkecuali bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di sana.

Untuk lebih mengetahui situasi terkini Hong Kong dan kondisi WNI di sana, Kantor Berita Politik RMOL menghubungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong yang berada di kawasan Causeway Bay, Selasa (8/10).

"KJRI selalu mengimbau WNI untuk tetap waspada, menjauhi lokasi demonstrasi, tidak ikut dalam aktivitas demonstrasi, tidak mudah terprovokasi oleh ajakan untuk ikut demonstrasi, dan selalu menaati hukum dan peraturan setempat," ujar konsul muda penerangan, sosial dan budaya KJRI Hong Kong, Vania Lijaya.


Lebih lanjut, Vania menjelaskan kondisi Hong Kong pasca unjuk rasa berujung kerusuhan akhir pekan kemarin sudah berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat sudah berjalan normal meskipun sistem transportasi umum, khususnya MTR sedikit terhambat karena beberapa jalur masih belum dibuka untuk perbaikan.

"Kami secara aktif menyampaikan informasi terkait demonstrasi yang diperoleh dari aparat keamanan Hong Kong melalui media sosial, Facebook. KJRI juga menyediakan hotline 24 jam bagi WNI yang terdampak demonstrasi dan menyediakan layanan help desk di Bandara Internasional Hong Kong," lanjutnya.

Diketahui, jumlah WNI di Hong Kong mencapai 174 ribu orang. Meski unjuk rasa selama empat bulan terakhir seringkali berujung bentrokan, namun KJRI belum pernah menerima pengaduan mengenai  WNI yang terdampak langsung.

Sementara itu, untuk WNI yang akan melakukan perjalanan ke Hong Kong, KJRI menghimbau untuk memastikan jadwal penerbangan dengan pihak maskapai penerbangan dan tetap waspada serta menghubungi hotline KJRI Hong Kong sekiranya membutuhkan bantuan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya