Berita

Polisi China berjaga di Xinjiang/Net

Dunia

Terlibat Penindasan Uighur, 28 Biro Keamanan Dan Perusahaan China Masuk Daftar Hitam Perdagangan AS

SELASA, 08 OKTOBER 2019 | 07:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kementerian Perdagangan Amerika Serikat memasukkan 28 entitas, termasuk biro keamanan publik dan perusahaan asal negeri tirai bambu, ke dalam daftar hitam perdagangan Amerika Serikat.

Hal itu dilakukan atas perlakuan China terhadap Muslim Uighur dan minoritas etnis Muslim lainnya di Xinjiang.

Menurut keterangan Kementerian Perdagangan Amerika Serikat, entitas yang dimasukkan ke dalam daftar itu termasuk Biro Keamanan Publik Pemerintah Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, 19 agen pemerintah bawahan dan delapan perusahaan komersial.


Selain biro keamanan publik kota dan kabupaten, Sekolah Tinggi Kepolisian Xinjiang juga masuk ke dalam daftar hitam itu.

Sednagkan perusahaan yang masuk daftar hitam itu antara lain adalah Zhejiang Dahua Technology, IFLYTEK Co, Xiamen Meiya Pico Information Co dan Yixin Science and Technology Co.

"Entitas telah terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran dalam pelaksanaan kampanye penindasan China, penahanan sewenang-wenang massal, dan pengawasan teknologi tinggi terhadap Uighur, Kazakh, dan anggota lain dari kelompok minoritas Muslim," begitu bunyi keterangan Kementerian Perdagangan Amerika Serikat seperti dimuat The Guardian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya