Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pembelian Burqa Untuk Siswi Sekolah Menengah Dengan Anggaran Negara Tuai Kecaman

SELASA, 08 OKTOBER 2019 | 06:43 WIB | LAPORAN: AMAL TAUFIK

Warga net Pakistan geram dengan gambar-gambar yang beredar di sosial media yang menunjukkan gadis-gadis remaja mengenakan burqa atau penutup wajah yang dibelikan oleh pemerintah setempat.

Diketahui bahwa hal itu terjadi setelah baru-baru ini, seorang anggota dewan distrik di desa kecil Cheena, di barat laut provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan menggunakan anggaran sekitar 90.000 rupee dari dana pemerintah daerah untuk membeli sekitar 90 burqa untuk siswi di sekolah menengah yang dikelola pemerintah di desa itu.

Di wilayah tersebut, banyak wanita yang secara tradisional mengenakan burqa yang menutupi mereka dari kepala hingga kaki, termasuk wajah mereka.


Pejabat itu yang bernama Muzafar Shah, mengklaim dia memutuskan untuk membelikan para ssiswi tersebut burqa atas permintaan orang tua yang tidak mampu membelinya. Ini dia lakukan sebagai salah satu tindakan terakhirnya sebelum mengundurkan diri dari masa jabatannya.

"Sekitar 90 persen dari gadis-gadis sudah memakai burqa, jadi saya pikir gadis-gadis malang ini harus memiliki burqa baru," katanya kepada kantor berita AFP.

Dia kemudian mengambil dua gambar di mana gaids-gadis remaja itu mengenakan burqa di kelas.

Foto-goto tersebut memicu kemarahan di Pakistan.

"Alih-alih berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, mereka justru menegakkan hukuman yang ketat dan patut dicontoh untuk melecehkan, menyalahgunakan dan memperkosa," tulis seorang pengguna Twitter di Pakistan, Fatima Wali.

Sementara itu seorang aktivis hak-hak perempuan Pakistan yang melarikan diri dari negara itu baru-baru ini ke New York, Gulalai Ismail menilai bahwa langkah itu merupakan kemunduran.

"Saya senang melihat waktu berubah dan sekarang semakin banyak orang menentang obyektifikasi perempuan dalam pakaian perlindungan," tulisnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan provinsi Zia Ullah Bangash mengatakan penyelidikan telah diluncurkan dalam masalah ini dan menekankan bahwa pakaian itu bukan bagian dari seragam sekolah.

"Kode pakaian kami meliputi celana panjang putih dan tunik biru longgar, namun, tergantung pada anak perempuan jika mereka ingin mengenakan burqa di atas seragam. Kami tidak bisa memaksa mereka," katanya, seperti dimuat Al Jazeera.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Istri Petinggi KPK Jadi Kapolres Metro Bekasi

Rabu, 07 Januari 2026 | 14:12

Jasa Marga Alihkan 50,8 Juta Saham ke BP BUMN, Ini Penjelasan Lengkapnya

Rabu, 07 Januari 2026 | 14:03

Hensat soal Pilkada Lewat DPRD: Ketua Kelas Saja Dipilih Murid

Rabu, 07 Januari 2026 | 14:01

Wagub Babel Hellyana Siap Jalani Proses Hukum Kasus Ijazah

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:55

SPKR Kembali Geruduk OJK dan KPK Soal Dugaan Penggelapan Aset Sitaan Korupsi

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:43

Pilkada oleh DPRD dan Memperkuat Demokrasi Pancasila

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:42

Perluasan Definisi “Upaya Paksa” dalam KUHAP Baru: Menjaga Keadilan, Menjaga Kewenangan

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:38

Farhan Siap Dipanggil Kejaksaan soal Kasus Wawalkot Bandung

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:35

Waspada Importir! Simak Aturan Terbaru Batas Waktu Penimbunan Barang di Pelabuhan

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:32

Mentan Amran Terima Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:30

Selengkapnya