Berita

Foto: Net

Dunia

Tingkatkan Hubungan Bilateral Dengan Maroko, Lesotho Tangguhkan Pengakuan SADR

SENIN, 07 OKTOBER 2019 | 18:06 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kerajaan Lesotho menangguhkan seluruh deklarasi dan keputusan yang berhubungan dengan Sahara Barat. Demikian pernyataan yang tercantum dalam Note Verbale 24/FR/CL/CTR/31 yang diterbitkan Jumat (4/10).

"Penerbitan note verbale ini mengikuti percakapan telepon hari ini antara Menteri Luar Negeri dan Kerja sama Internasional Kerajaan Maroko, Nasser Bourita, dan Menteri Luar Negeri dan Hubungan Internasional Kerajaan Lesotho, Lesego Makgothi," demikian bunyi nota verbal tersebut.

Dimuat Morocco World News, kedua Menlu dalam percakapan telepon tersebut telah menekankan keinginan untuk menghidupkan kembali hubungan bilateral dua negara. Oleh karenanya usaha untuk 'menghilangkan hambatan' berupa ketidaksepakatan perihal Sahara Barat dilakukan.


Diketahui, Lesotho telah mengakui Republik Demokratik Arab Sahrawi (SADR) yang diproklamasikan oleh gerakan separatis, Polisario pada 9 Oktober 1985.

Dengan keputusan ini, banyak pihak mengapresiasi diplomasi Maroko yang semakin proaktif dalam beberapa bulan terakhir. Adapun upaya diplomatik Maroko bersifat konsiliatif dan berorientasi jangka panjang.

Maroko meyakinkan dunia tentang sejarah, legitimasi hukum, serta keseriusan dan pragmatisme dari proposal otonomi Sahara Barat. Selain itu, Maroko juga menggarisbawahi manfaat sosial ekonomi yang akan dihasilkan bila proposal ini terwujud.

Perubahan haluan Lesotho dari pro-Polisario jadi pro-Maroko ini muncul di tengah semakin diliriknya Sahara Barat oleh dunia. Baru-baru ini, sebagian besar negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperbaharui komitmen untuk mendorong solusi politik berbasis kompromi.

Sementara itu, beberapa negara di Afrika juga mengatakan proposal Maroko adalah satu-satunya jalan keluar dari kebuntuan persoalan Sahara Barat.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya