Berita

Ngasiman Djoyonegoro/Dok

Politik

Pengamat: Apresiasi Presiden Sejalan Dengan Prestasi Panglima TNI

SENIN, 07 OKTOBER 2019 | 16:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tahun 2019 merupakan tahun penuh prestasi bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI). TNI di bawah kepemimpinan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah mampu melewati masa-masa sulit.

TNI berhasil mengawal jalannya proses demokrasi bersejarah di Indonesia, dimana pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mampu berjalan damai, termasuk keberhasilannya mengatasi konflik-konflik horizontal yang kini sedang marak.

Demikian disampikan pengamat intelijen, pertahanan dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro, sebagai catatan untuk TNI yang memasuki usia ke 74 tahun pada 5 Oktober 2019 kemarin.


Menurut Simon, demikian sapaan akrab Ngasiman Djoyonegoro, bahwa keberhasilan TNI dalam mengemban fungsi sebagai penjaga pertahanan negara dan merupakan manifestasi penegak keutuhan kedaulatan NKRI dan berhasil mendukung suksesnya pelaksanaan demokrasi, merupakan prestasi yang patut dibanggakan.

"Apresiasi patut kita berikan ke TNI. Di bawah kepemimpinan Pak Hadi, TNI makin solid dan mampu mengukir banyak prestasi," kata Simon dalam keterangan tertulis, Senin (7/10).

Simon mengatakan bahwa prestasi yang ditorehkan TNI tersebut bahkan disampikan oleh Presiden Joko Widodo saat memimpin upacara perayaan hari ulang tahun TNI ke-74.

Misalnya, selain TNI berhasil menjaga kelancaran dan keamanan Pemilu Serentak 2019, juga selalu membanggakan dalam penugasan PBB di berbagai penjuru dunia. TNI selalu memastikan negara hadir di daerah terpencil, di daerah perbatasan dan di pulau-pulau terdepan Indonesia. TNI selalu manunggal dengan rakyat.

"Pak Presiden juga kasih apresiasi ke TNI. Tak hanya sukses mengawal Pileg dan Pilpres 2019, TNI dinilai Presiden mampu memastikan negara hadir di daerah-daerah terpencil, perbatasan, pulau-pulau terdepan, bahkan selalu membanggakan dalam penugasan PBB,” tambah Simon.

Meskipun demikian, menurut Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) itu, prestasi-prestasi yang ditorehkan TNI saat ini harus menjadi cambuk untuk terus maju dan beprestasi. Apalagi tantangan mendatang makin kompleks seiring dengan hadirnya teknologiInternet of Things (IoT) dan teknologi Big Data.

Karena itu, Simon mengatakan bahwa paling tidak ada dua tantangan yang akan dihadapi TNI mendatang. Pertama, tantangan menghadapi ancaman cyberwar. Bayangkan, saat ini melalui digital profiling di media sosial, maka berbagai koordinasi dan komunikasi termasuk membangun opini, sentimen serta propaganda dapat dilakukan dengan mudah. Dengan teknik digital profiling,preferensi atau kecenderungan warganet pun dapat diketahui. Propaganda media sosial itulah yang menjadi cikal bakal kasus Arab Spring.

"Pengaruh teknologi yang awalnya untuk mencari sumber daya alam baru, berdiplomasi dan berdagang, sekarang bergeser ke penguasaan suatu bangsa terhadap bangsa lain. Tantangan TNI ke depan artinya makin berat," jelas Simon.

Menurut Simon, strategi perang pun sekarang ini berubah. Jika dulu dikenal dengan istilah hard powerdan soft power, namun di era revolusi industri 4.0 muncul istilah baru bernama smart power.

"Ya sekarang ada istilah smart power, trend strategi perang mutakhir yang sangat mematikan.Smart power  itu strategi yang memadukan berbagai instrumen kekuasaan negara baik yang bersifat hard seperti diplomatik, ekonomi, militer, politik maupun yang berkarakteristik soft seperti legalitas, budaya, dan lainnya," terang Simon.

Kedua, tantangan membantu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul sebagaimana menjadi prioritas pembangunan pemerintahan Jokowi periode kedua. Apalagi Panglima Hadi baru saja mendapat gelar doktor honoris causa (HC) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Gelar kehormatan diberikan dalam bidang manajemen SDM.

"Panglima TNI dinilai sebagai figur yang handal dalam bidang manajemen SDM. Ini tentu sejalan dengan prioritas pembangunan Presiden Jokowi periode kedua. Artinya Panglima TNI juga perlu menciptakan SDM unggul di lingkaran TNI," ujar Simon.

Karena itu, Simon terus mendorong agar alutsista TNI terus dikembangkan menjadi berbasis teknologi digital. Pasalnya, saat ini setiap orang dan setiap pasukan TNI mutlak harus terhubung dengan internet satu sama yang lain. Keniscayaan pembaruan alutsista perlu dilakukan mengingat jenis teknologi yang menjadi pilar Revolusi Industri 4.0 semakin bergerak cepat.

"SDM TNI harus unggul. Ini tantangan ke depan. SDM yang unggul punya kecepatan untuk mendeteksi lawan. Presiden Jokowi mengatakan tantangan sekarang bukan negara besar menguasahi negara kecil, namun negara cepat menguasai negara lambat," ucap SImon.

Karena itu, Simon juga menyambut positif atas perhatian Presiden kepada TNI yang meningkatkan anggaran pertahanan dari Rp 121 triliun di tahun 2019 menjadi Rp 131 triliun di tahun 2020, pemerintah juga meningkatkan tunjangan kinerja tentara menjadi 80 persen pada tahun 2020, menambah 450 posisi baru untuk perwira berpangkat kolonel dan 300 posisi baru untuk perwira tinggi.

"Sebagai bentuk apresiasi, kami menyambut baik penambahan anggaran untuk TNI, peningkatan tunjangan ataupun penambahan posisi baru untuk untuk perwira berpangkat kolonel dan untuk perwira tinggi," tutupnya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Cinema XXI Bukukan Pendapatan Rp5,86 Triliun Sepanjang 2025

Jumat, 06 Maret 2026 | 12:13

Trump Ketahuan Bohong 30 Ribu Kali Selama Empat Tahun Berkuasa

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:59

Fandi Ramadan Divonis 5 Tahun, Komisi III DPR Akan Panggil Penyidik dan Jaksa

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:59

Youth Choice Award 2026: Sinyal Pergeseran Fokus Asuransi ke Generasi Muda

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun ke Rp3,02 Jutaan Hari Ini

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:46

Vonis 5 Tahun untuk ABK Fandi Disambut Lega Komisi III DPR

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:33

Komisaris TASPEN Pastikan Penyerahan THR Pensiunan Berjalan Baik

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:31

Pemprov DKI Buka Posko THR Jelang Idulfitri

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:30

Prabowo Tegaskan BoP Masih Jadi Ikhtiar Indonesia Dorong Perdamaian Palestina

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:23

Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Jabodetabek

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:21

Selengkapnya