Berita

Demosntrasi mahasiswa tolak beberapa revisi kontroversial di DPR/RMOL

Publika

This Is Not My War

MINGGU, 06 OKTOBER 2019 | 19:28 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

"ENEMY images" merupakan instrumen penting dalam "political propaganda" dan "psychological warfare". Media pers dan jurnalis berperan sebagai produsernya.

Pak Harto, Gus Dur, Ibu Megawati dan Prabowo-Sandi tumbang karena oposisi media yang berpihak.

Printing pers mendominasi dari Tahun 1605. Setelah Johann Carolus menerbitkan koran pertama "Relation aller Fürnemmen und gedenckwürdigen Historien" di Kota Strasbourg.


Media cetak terpukul dengan penemuan televisi, radio dan microform analog photographs. Semakin rusak dengan kedatangan era metal-oxide-semiconductor field-effect transistor, digital, internet dan microelectronic.

Konfigurasi geopolitik berubah pasca MRT Summit. Tempo sebagai leading liberal media menyerang Jokowi dan buzzernya.

Tactical attack Tempo mengambil bentuk "entertainment techniques to shape a political narrative that was presented as unbiased news" i.g. Pinokio sebagai background figur Jokowi.

Tempo punya dua obyektif, menolak pasal-pasal konservatis dan membela rezim KPK lama Abraham Samad.

Tidak gubris asas "Fair & balanced broadcasting", Tempo berselancar di atas gelombang aksi massa mahasiswa konservatis yang tolak pasal-pasal liberal seperti "freesex", aborsi dan perkosaan istri.

Pemerintah bisa bargain dengan meloloskan pasal-pasal liberal dan tetap memberlakukan revisi UU KPK.

Publik mesti tau; gelombang aksi mahasiswa di berbagai kota ada penggeraknya. The Dark Syndicate memberi warning kepada Jokowi dan poros Mega-Prabowo.

Pesannya; mereka masih ada dan sanggup rilis deadly sudden attack. Without warning.

Selain kirim pesan, mereka ingin melihat soliditas dan dimana posisi TNI-Polri. Puji Tuhan, TNI-Polri tegak lurus dengan politik negara. Nggak juga bisa diadu-domba.

Sikap tegak lurus TNI-Polri menyurutkan nyali The Dark Syndicate. Hanya Tempo yang masih nyerang ugal-ugalan.

Tempo lupa sekarang eranya voice, image, sound and data are digitalized. Setiap orang adalah jurnalis. Media old school macam Tempo nggak bisa lagi menjadi otoritas tunggal informasi.

Presiden terpilih Jokowi semestinya segera wrap up the deal dengan koalisi tiga partai terkuat; PDIP-Golkar-Gerindra. Do not waste time. Tentukan lawan. Jangan buka ruang momentum.

Bagi Tempo, saya hanya mau bilang; Bertaubatlah...!!

Kembali pada etika jurnalisme. Jangan beri ruang bagi paradigma: where “bias” was an appropriate journalistic value, one that could work in tandem with objectivity.

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya