Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Perppu KPK Jadi Ujian Jokowi Untuk Pilih Rakyat Atau Parpol

SABTU, 05 OKTOBER 2019 | 20:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkesan tersandera oleh elit polti jika tidak menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) untuk membatalkan UU Nomor 30/2002 tahun 2002 tentang KPK. Hal ini diungkapkan Ketua YLBHI Asifanwati.

"Partai itu kan orangnya itu-itu saja. Jadi ini betul-betul diuji kenegarawan presiden, apakah dengarkan rakyat atau Parpol? Presiden harus ingat, dia dipilih rakyat," kata Asfinawati kepada wartawan seusai mengisi diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/10).

Asfina menambahkan, isu pemakzulan yang dilontarkan oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh hanyalah upaya untuk mengaburkan isu soal UU KPK.


"Jadi mereka kan menghembuskan berbagai macam isu, misalnya bisa diimpitch (dimakzulkan) dan orang-orang yang ngomong juga itu-itu saja. NasDem, PDIP. Kita sebut saja karena semua jejak digitalnya ada," ungkap Asfinawati.

Menurut Asfinawati, apabila ada Ketua Umum Parpol yang mengancam Jokowi akan dimakzulkan itu tidak akan mungkin terjadi. Sebab aturannya sudah jelas tertuang dalam UUD 1945.  

"Padahal kalu tadi kita dengar di dalam UUD 45 jelas sekali. Apa hal-hal yang bisa buat orang diberhentikan yaitu pelanggaran hukum berupa penghianatan terhadap negara, korup," tegasnya.

Lebih lanjut, Asfinawati menyesalkan sikap sikap para elit politik yang jumlahnya justru lebih sedikit menyuarakan mendukung UU KPK dan menolak diterbitkannya Perppu. Sebab, puluhan ribu mahasiswa hingga ratusan tokoh bangsa pun justru menolak revisi UU KPK dan mendesak Jokowi menerbitkan Perppu.  

"Sebetulnya searah dengan polemik saat ini, ketika Presiden mau dijauhkan dari rakyat hanya untuk disandera oleh segelitir elit politik," pungkasnya.


Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya