Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Jokowi Disarankan Gandeng Oposisi Untuk Bahas Perppu KPK

SABTU, 05 OKTOBER 2019 | 14:51 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai Gerindra menyarankan agar Presiden Joko Widodo mengundang partai oposisi sebelum menerbitkan Perppu KPK.

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Supratman Andi Aktas mengatakan, ia berharap agar Presiden Joko Widodo tidak hanya membahas permasalah UU KPK dengan partai koalisi melainkan juga harus membahas dengan partai oposisi. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kegaduhan.

"Kita minta supaya pemerintah mengundang supaya jangan menimbulkan kegaduhan, kami tahu bahwa ada tuntutan untuk melakukan gugatan terhadap UU KPK ini. Diundang semua jangan hanya kepada partai-partai koalisi," ucap Supratman Andi Aktas kepada wartawan di Gado-gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/10).


"Tapi dengarkan juga partai-partai oposisi itu lebih bagus," tegasnya.

Supratman menambahkan, sudah banyak elemen masyarakat yang telah melakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Masyarakat seharusnya sabar menunggu UU KPK resmi disahkan.
Bukan tanpa alasan, syarat formil dikeluarkan Perppu KPK ialah harus menjadi UU terlebih dahulu yang telah ditandatangani oleh presiden maupun sudah terdapat nomor resmi dari sekretariat negara.
"Tapi kan harus sabar dulu karena kan nomornya belum keluar, artinya belum sah jadi UU. Oleh karena itu, saya berharap presiden dalam waktu ini harusnya mengundang pimpinan DPR ikut dalam rapat konsultasi membicarakan ini," pungkasnya.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya