Berita

Berlian Napitupulu serahkan Surat Kepercayaan kepada Choe Ryong Hae/KBRI Pyongyang

Politik

Serahkan Surat Kepercayaan, Duta Besar RI Gencarkan Kerja Sama Indonesia-Korea Utara

SABTU, 05 OKTOBER 2019 | 07:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Duta Besar RI untuk Korea Utara, Berlian Napitupulu menyerahkan Surat-surat Kepercayaan (Letter of Credentials) kepada Presiden Presidium Majelis Tertinggi Rakyat (Supreme People's Assembly/SPA) Korea Utara yang baru, Choe Ryong Hae, di Mansudae Assembly Hall, Pyongyang, pada 3 Oktober 2019.

Surat Kepercayaan itu dari Presiden RI Joko Widodo ditujukan kepada Ketua Komisi Urusan Negara Kim Jong Un yang mengangkat Berlian Napitupulu sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Rakyat Demokrtik Korea (RRDK).
 
Dalam kesempatan itu, Dubes Berlian Napitupulu didampingi oleh Ibu Elisabeth Napitupulu dan staf KBRI Pyongyang, sementara Presiden Presidium SPA didampingi Menteri Luar Negeri Ri Yong Ho, Direktur Jenderal Asia Pasifik, Direktur Jenderal Protokol Kemlu dan pejabat SPA.


"Puji Tuhan, hari ini saya telah menyerahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden SPA sehingga resmi sudah secara penuh mewakili pemerintah dan bangsa Indonesia di Korea Utara. Kami bersyukur semua acara berjalan lancar dan kami merupakan duta besar asing pertama di Korea Utara yang menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden SPA yang baru, Choe Ryong Hae," demikian disampaikan Dubes Berlian setelah prosesi penyerahan surat kepercayaan, seperti dalam keterangan KBRI Pyongyang, Sabtu (5/10).
 
"Usai penyerahan Credentials, kami berbincang mengenai hubungan kedua negara. Dalam kesempatan itu, kami menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo kepada Pemimpin Kim Jong Un yang disambut hangat oleh Presiden SPA. Presiden SPA juga menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia seraya mengharapkan agar hubungan kedua negara terus berkembang di masa mendatang," ujar Dubes Berlian menambahkan.
 
Lebih lanjut Dubes Berlian menyampaikan bahwa Indonesia senantiasa berkomitmen memajukan hubungan sejarah kedua negara yang dibangun erat oleh Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung. Presiden Soekarno bertemu dengan Presiden Kim Il Sung di Pyongyang pada tahun 1964 dan di Jakarta-Bandung-Bogor pada tahun 1965. Selain itu, Presiden Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Chairman Kim Jong Il di Pyongyang pada 2002 dan pada tahun 2005 sebagai Ketua Partai PDIP.
 
Presiden Presidium SPA Choe Ryong Hae juga menggarisbawahi pentingnya kedekatan antara kedua pendiri negara dalam membangun landasan yang kokoh terhadap hubungan Indonesia dan Korea Utara. Dia menyampaikan bahwa rakyat Korea Utara senantiasa mengingat Indonesia sebagai negara sahabat dan tempat lahirnya bunga Kimilsungia yang selalu dirayakan setiap April di Korea Utara pada Festival Bunga Kimilsungia.
 
"Hubungan kedua negara yang berlandaskan pada kedekatan sejarah merupakan aset bagi bangsa kita. Kami juga senang melihat perkembangan terkini di Indonesia, khususnya dengan upaya pemerintah dan masyarakat Indonesia yang sukses dalam mencapai kerukunan dan persatuan bangsa serta kestabilan politik, kemajuan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat. Kami juga menghargai Indonesia sebagai pendiri Gerakan Non Blok dan negara besar di kawasan Asia Tenggara untuk memainkan peran penting di tataran regional dan internasional," tutur Presiden SPA.

Kerja Sama Konkret Indonesia dan Korea Utara

Pada sesi pertemuan dengan Presiden SPA yang didampingi oleh Menteri Luar Negeri Korea Utara dan jajaran Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Dubes Berlian menyampaikan komitmen penguatan hubungan Indonesia dan Korea Utara melalui kerja sama konkret di berbagai bidang.

"Kami telah merancang dan sedang menjalankan sejumlah program konkret untuk memperkuat hubungan kedua negara sejalan dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo. Kami terus meningkatkan promosi ekonomi dan perdagangan antara lain berpartisipasi secara aktif dalam beberapa Pameran Dagang Internasional di Pyongyang dan pertemuan bisnis. Dalam pameran internasional April dan September lalu, kami telah promosikan lebih dari 160 produk Indonesia yang kami kumpulkan dari sejumlah toko di Korea Utara yang ternyata memperoleh sambutan baik dari masyarakat setempat," demikian dijelaskan Dubes Berlian.
 
"Di bidang sosial budaya, kami tengah memajukan pertukaran misi budaya dan olahraga. Kami telah memfasilitasi kunjungan Tim Voli dan Tim Pingpong Korea Utara ke Indonesia pada Juni dan Agustus. Bulan ini, kami memfasilitasi kunjungan Tim Angkat Besi Indonesia ke Pyongyang. Disamping itu, kami sedang mengupayakan pertukaran satwa antara Orangutan Indonesia dengan harimau dan anjing Korea. Saat ini, pembahasan kesepakatan sedang dilakukan pada tingkat teknis. Kami berharap pertukaran satwa ini menjadi simbol baru dalam persahabatan Indonesia dan Korea Utara selain bunga Kimilsungia," imbuh Dubes Berlian.
 
Dubes Berlian juga menyampaikan bahwa juga terdapat peluang kerja sama di bidang olahraga yang kini tengah dilaksanakan dengan fasilitasi kunjungan tim voli dan tenis meja Korea Utara ke Indonesia pada tahun ini serta rencana kunjungan tim angkat berat Indonesia ke Korea Utara pada Oktober 2019. Kerja sama lain yang juga digarisbawahi adalah bidang pendidikan yaitu pertukaran antarahli, pengajar, dan mahasiswa, dan bidang pariwisata dengan mengundang lebih banyak lagi wisatawan Indonesia ke Korea Utara.
 
"Kami juga memperkuat kerja sama dengan asosiasi persahabatan Indonesia-Korea Utara yang dengan memberikan bantuan dan mengakan kegiatan bersama Koperasi Pertanian di wilayah Yaksu dan Sekolah Menengah Ryulgok di Pyongyang. Ke depannya, kami juga ingin mendorong kerja sama antarparlemen, terutama dengan terpilihnya Ibu Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI. Kami berpandangan bahwa ini merupakan momentum yang tepat bagi generasi ketiga pemimpin kedua negara untuk bertemu dan terus mengobarkan semangat persahabatan Indonesia dan Korea Utara," tutup Dubes Berlian.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya