Berita

Jokowi-Maruf Amin/Net

Politik

Polri Harus Usut Pihak Yang Coba Gagalkan Pelantikan Jokowi

RABU, 02 OKTOBER 2019 | 20:27 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Jelang Pelantikan Joko Widodo-Maruf Amin pada 20 Oktober mendatang, semua pihak harus memastikan proses berjalan dengan lancar. Tidak boleh ada pihak yang berupaya menggagalkan pelantikan dengan cara-cara yang inkonstitusional.

Direktur Kajian Indonesia Mandiri, Yakin Simatupang menjelaskan, dinamika politik akhir-akhir ini mengindikasikan ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang berusaha menggagalkan pelantikan Jokowi.

"Kita mendengar ada aroma kurang enak terkait niat kelompok oknum yang berupaya menggagalkan pelantikan presiden. Niat buruk tersebut harus segera dihentikan karena perbuatan itu melawan hukum dan inkonstitusional," kata Yakin kepada Kantor Berita Politik RMOL,Rabu (2/10).


Menurut Yakin, Indonesia adalah sebuah negara demokratis, sehingga seluruh masyarakat harus menjaga dan merawatnya.

Terkait dengan aksi demonstrasi akhir-akhir ini yang terjadi adalah sebuah bagian perkembangan demokrasi.

"Kita harus taat asas dalam berdemokrasi. Gelombang demonstrasi yang terjadi di banyak kota sebaiknya dimaknai bagian dari demokrasi yang sedang berkembang," kata Yakin.

Yakin meminta kepada Polri agar segera mengusut tuntas dan menangkap oknum perusuh yang berupaya melakukan tindakan inkonstitusional.

Kata Yakin, langkah tersebut penting, agar pemerintahan Jokowi-Maruf bisa melakukan agenda pembangunannya tanpa gangguan keamanan.

"Memang sebuah keniscayaan ketika ada oknum yang membuat onar harus diusut dan hukum harus ditegakkan seadil-adilnya," pungkasnya.

Pada Sabtu (28/9) lalu, polisi berhasil menangkap seorang Dosen Institute Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith dan delapan orang yang diduga merencanakan kerusuhan saat aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta. Mereka juga menunggangi aksi-aksi unjuk rasa damai yang digelar di Jakarta.

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, dari hasil penyelidikan terhadap para tersangka, mereka juga diduga merencanakan akan menduduki gedung MPR/DPR untuk mengganti sistem pemerintahan serta menggagalkan pelantikan presiden terpilih 2019-2024.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya