Berita

Puan Maharani bersama anggota DPR dari PDIP/Net

Politik

Ketua DPR Puan Maharani Punya Harta Kekayaan Rp 363,7 Miliar

RABU, 02 OKTOBER 2019 | 16:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Politisi utama PDIP Puan Maharani menjabat Ketua DPR RI periode 2019-2024, Selasa (1/10). Setelah dilantik kemarin malam, Puan berjanji akan membuat DPR lebih baik lagi ke depan.

Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu juga mengimbau kepada semua anggota DPR agar taat melaporkan harta kekayaan kepada KPK.

Puan sendiri terbilang rutin melaporkan harta kekayaan ke KPK lewat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Mantan Menko PMK itu terakhir melapor harta kekayaan pada Maret 2018 dengan total Rp 363,7 miliar.


Berdasarkan penelusuran di LHKPN, Puan memiliki aset yang berlimpah. Dia punya 74 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Bali hingga Bogor. Adapun, total harga tanah dan bangunan itu ditaksir senilai Rp 148,8 miliar.

Selain itu, Puan juga tercatat memiliki 10 unit kendaraan bermotor dan beberapa mobil mewah lainnya. Seperti Mercedes Benz, Volkswagen Beetle dan motor Harley Davidson yang ditaksir total nilainya mencapai Rp 1,5 miliar.

Selain itu, Puan memiliki harta berupa surat berharga senilai Rp 208 miliar. Dia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 5 miliar, kas dan setara kas senilai Rp 49,5 miliar.

Selanjutnya, Puan memiliki utang yang terbilang sedikit dari totol kekayaannya yaitu hanya Rp 49,7 miliar.

Di sisi lain, dalam kurun waktu sekitar 8 tahun (2010-2018) Puan mengalami kenaikan harta kekayaan yang cukup signifikan.

Pada LHKPN tahun 2010, Puan tercatat memiliki harta kekayaan Rp 34 miliar. Kemudian, pada tahun 2012 dia memiliki harta Rp 146 miliar. Selanjutnya, pada tahun 2014 Rp 159,2 miliar. Saat itu, dia menjabat sebagai anggota DPR periode 2009-2014.

Sedangkan, pada tahun 2017, saat Puan menjadi Menko PMK, dia tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 302,7 miliar. Terjadi kenaikan angka yang cukup signifikan dari harta kekayaannya itu.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya