Berita

Penandatanganan amandemen SPJBTL/Net

Bisnis

Sama-sama Membutuhkan, PLN Dan PT Ceria Jalin Kerja Sama Smelter

RABU, 02 OKTOBER 2019 | 11:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Tenggara, Barat (Sulselrabar) telah menandatangani amandemen Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), berkapasitas 412 Juta VA.

PT Ceria adalah salah satu perusahaan tambang yang sepenuhnya dimiliki oleh pemegang saham Indonesia, dan tengah membangun pabrik pemurnian (Smelter) Ferronikel di Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Smelter feronikel PT Ceria memiliki kapasitas input bijih nikel sebesar 5 juta ton dan output dalam bentuk feronikel sebesar 230.000 ton dengan kadar nikel 22 persen hingga 24 persen per tahun.


Penandatanganan amandemen SPJBTL tersebut dilakukan di Ruang Rapat Paiton, Kantor Pusat PT PLN (Persero) dan ditandatangani oleh General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar, Ismail Deu dengan Direktur Utama PT Ceria Nugraha Indotama, Derian Sakmiwata, Selasa kemarin (1/10). Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Kalimantan, Syamsul Huda turut hadir dan menyaksikan acara tersebut.

Syamsul Huda mengatakan, penandatanganan amandemen SPJBTL ini merupakan salah satu bentuk pelayanan dan dukungan penuh PLN terhadap pertumbuhan industri smelter di Indonesia, salah satunya industri smelter PT Ceria.

"Kamis sangat mengapresiasi kerjasama ini, karena kerjasama ini saling membutuhkan. Pelanggan membutuhkan PLN, begitu pula sebaliknya. PLN ingin maju bersama dengan stakeholder. Mari saling membantu agar kerja sama ini dapat sustain," terangnya.

Menurut Huda, PT Ceria merupakan pelanggan PLN dengan layanan khusus premium platinum. Ini merupakan bentuk pelayanan PLN untuk memberikan mutu, garansi, dan tingkat kualitas layanan terbaik.

"Layanan premium platinum ini artinya, PLN memberikan suplai listrik dua sistem yang berbeda untuk menjaga kehandalan listrik dan memberikan jaminan kontinuitas pasokan listrik selama 24 jam sehari kepada smelter PT Ceria," jelasnya.

Realisasi penyaluran tenaga listrik sebesar 412 Juta VA untuk smelter PT Ceria ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 118 juta VA akan direalisasikan bulan Desember 2020. Tahap kedua sebesar 294 Juta VA akan direalisasikan bulan Desember 2021.

Dikatakan, pasokan listrik untuk smelter PT Ceria dipastikan tidak akan mengalami hambatan, seiring keberhasilan PLN mewujudkan interkoneksi sistem kelistrikan antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Capaian ini ditandai melalui keberhasilan pengoperasian tegangan satu jalur terhadap jaringan transmisi bertegangan 150 kilo volt (kV) yang terbentang dari Wotu, Sulawesi Selatan hingga Kendari, Sulawesi Tenggara) sejak tanggal 19 September 2019.

Berlokasi di Gardu Induk Malili dan Lasusua, pengoperasian ini berhasil mengoptimalkan sistem kelistrikan wilayah Sulawesi bagian selatan. Tidak hanya itu, ini juga meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem kelistrikan Sulawesi Tenggara. Sementara surplus daya sebesar 400 mega watt (MW) di Sulawesi Selatan, kini dapat terpasok ke Sistem Sulawesi Tenggara.

Interkoneksi ini merupakan buah dari penyelesaian pembangunan yang meliputi 1.265 menara jaringan transmisi dan enam gardu induk. Semua fasilitas itu membentang dari Wotu, Malili, Lasusua, Kolaka, Unaaha hingga Kendari.

"Dalam waktu singkat, pengoperasian tegangan akan dilanjutkan terhadap jalur kedua. Kami berharap dukungan dari seluruh pihak terkait dapat berlanjut guna meningkatkan keandalan interkoneksi ini," tutur Huda.

Sementara itu, Direktur Utama PT Ceria Nugraha Indotama, Derian Sakmiwata, mengatakan sangat mengapresiasi langkah PLN yang mendukung dan menjamin pasokan listrik smelter PT Ceria.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan PT PLN yang siap mensuplay listrik dengan daya besar untuk mendukung industri smelter kami," jelasnya dalam keterangan tertulis.

Selain dukungan PT PLN, Derian juga berharap smelter PT Ceria mendapat dukungan penuh dari semua pihak, utamanya pemerintah, baik di daerah maupun ditingkat pusat.

Smelter PT Ceria akan mengadopsi teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) di mana total kapasitas smelter yang direncanakan sebesar 4x72 megavolt ampere (MVA). Derian berharap, kedepannya PLN lebih maju lagi dalam mengembangkan jaringan listrik di tanah air.

"Kami juga berharap PLN dapat menambah wawasan terhadap situasi kelistrikan untuk industri nikel, misal melalui seminar seperti Asian Nickel Conference. Kami sangat senang dan berterimakasih terhadap PLN atas dukungan dan respon yang sangat baik terhadap kami," pungkas.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya