Berita

Jusuf Kalla/Net

Politik

JK: Tak Sesuai Hati Warga, Pembangunan Infrastruktur Di Papua Perlu Dikaji Ulang

SELASA, 01 OKTOBER 2019 | 19:19 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pendekatan pemerintah terhadap Papua lewat pembangunan infrastruktur perlu dikaji kembali.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Papua ternyata bisa dikatakan tidak mampu merebut hati warga Papua.

"Infrastruktur, ekonomi, itu pendekatan untuk orang kota. Untuk Papua yang masih lebih tradisional, pendekatannya mesti pendekatan budaya yang lebih dalam lagi," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (1/10).


JK mengatakan, apa yang diberikan pemerintah tidak sesuai dengan keinginan warga Papua. Pemahaman soal kemakmuran bagi warga Papua saat ini bukan pembangunan infrastruktur.

"Pembangunan itu ternyata tak berpengaruh pada kehidupan masyarakat Papua" katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu mengkaji ulang apa yang sebenarnya diharapkan masyarakat Papua.

Selain itu, JK juga menganggap penting peran langsung dari kepala-kepala daerah. Baik itu gubernur, bupati, serta wali kota agar dapat memaksimalkan pembangunan di Papua.

"Karena itu perlu dikaji lagi keinginan masyarakat, tapi yang sangat penting peran pemimpin formal, gubernur, bupati, kepala daerah lain, agar betul-betul berfungsi dengan dana yang begitu banyak," katanya.

Sebulan terakhir, Papua dirundung aksi unjur rasa yang diwarnai kericuhan hingga berujung pada tindakan anarkis.

Terakhir terjadi kerusuhan di Wamena, Papua, yang mulai pecah pada Senin (23/9). Akibat kerusuhan itu, puluhan orang tewas dan sejumlah fasilitas umum dan kantor pemerintahan hangus dibakar massa.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya