Berita

Refly Harun/Net

Politik

Soal KPK, Jaringan Aktivis Ingatkan Refly Harun Tidak Dikte Presiden

SELASA, 01 OKTOBER 2019 | 16:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98), Willy Prakarsa mengkritisi komentar pakar hukum tata negara Refly Harun yang mendorong Presiden Jokowi untuk segera mengeluarkan Perppu KPK.

Menurut Willy, Refly terlalu jauh bermimpi dan memaksakan kehendak. Pasalnya, banyak juga elemen masyarakat termasuk JARI 98 yang mendukung KPK yang baru disahkan.

UU KPK yang setetujui DPR dan disahkan DPR itu sejatinya memperkuat sekaligus mempertegas arah strategi pemberantasan korupsi kedepan.


"Karena kinerja KPK saat ini sudah menyimpang, lebih ke arah politik. Untuk itu, banyak pihak termasuk kami yang ingin UU tersebut direvisi," kata Willy kepada wartawan, Selasa (1/10).

"Jadi UU KPK bukan perlemah, tapi diubah strateginya dalam proses pemberantasan korupsi ke jalan yang benar. Karena sebelumnya sesat," tegasnya menambahkan.

Willy mengingatkan Refly tidak mendikte Presiden Jokowi soal mengeluarkan Perppu KPK.

Seharusnya, lanjut dia, Refly sebagai pakar menggunakan cara-cara yang lebih elegan. Seperti menjabarkan capaian KPK selama lima tahun ini. Mengingat lembaga anti rasuah itu mendapat anggaran yang fantastis untuk operasionalnya. Namun, perilaku koruptif masih marak di Indonesia.

"Sebagai pengamat dan pakar hukum tata negara, Refly buka dan jabarkan secara detail capaian KPK, bukan malah sebaliknya mendikte Presiden RI lewat kritik agar mengeluarkan Perppu?" pungkasnya.

Pakar hukum tata negara Refly Harun sebelumnya mendorong Presiden Jokowi untuk segera mengeluarkan Perppu KPK. Perppi menurut dia dapat menyelamatkan lembaga antirasuah tersebut dari upaya pelemahan lewat RUU KPK.

Refly berpendapat gelombang demonstran saat ini tidak lagi menyasar pada RUU, tetapi meluas ke diri Jokowi sendiri. Dalam beberapa aksi, pendemo meneriakan agar pelantikan Jokowi sebagai presiden dibatalkan serta seruan melengserkan Jokowi.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Cinema XXI Bukukan Pendapatan Rp5,86 Triliun Sepanjang 2025

Jumat, 06 Maret 2026 | 12:13

Trump Ketahuan Bohong 30 Ribu Kali Selama Empat Tahun Berkuasa

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:59

Fandi Ramadan Divonis 5 Tahun, Komisi III DPR Akan Panggil Penyidik dan Jaksa

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:59

Youth Choice Award 2026: Sinyal Pergeseran Fokus Asuransi ke Generasi Muda

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun ke Rp3,02 Jutaan Hari Ini

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:46

Vonis 5 Tahun untuk ABK Fandi Disambut Lega Komisi III DPR

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:33

Komisaris TASPEN Pastikan Penyerahan THR Pensiunan Berjalan Baik

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:31

Pemprov DKI Buka Posko THR Jelang Idulfitri

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:30

Prabowo Tegaskan BoP Masih Jadi Ikhtiar Indonesia Dorong Perdamaian Palestina

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:23

Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Jabodetabek

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:21

Selengkapnya