Berita

Wamena/Net

Politik

Wamena Bergejolak, Pengamat: Untuk Apa Bernegara Kalau Cita-Cita Konstitusi Padam

SENIN, 30 SEPTEMBER 2019 | 03:55 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gejolak di Wamena dalam beberapa pekan terakhir telah menewaskan puluhan orang yang mayoritas korban meninggal adalah para pendatang.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago pun menyesalkan insiden tersebut.

"Semoga ada sedikit simpati dan negara tersentuh nuraninya. Untuk apa bernegara kalau kemudian cita cita konstitusi padam? Amanat konstitusi absen," ujar Pangi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (29/9).


Pangi yang merupakan putra asli Minangkabau ini mengingatkan Presiden Jokowi bahwa ada amanat konstitusi yang wajib dipenuhi.

“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," tegas Pangi.

Untuk saat ini, ia menilai negara belum sepenuhnya ada dan dirasakan masyarakat Papua.

Oleh karenanya, ia berharap seluruh masyarakat Tanah Air untuk turut serta memberikan sumbangsih pikiran demi menyelesaikan konflik di Bumi Cenderawasih.

"Kita hanya butuh sedikit nurani di sini. Kita bantu dengan apapun yang kita bisa agar mereka semua, saudara, sanak saudara kita yang ada di Wamena enggak diteruskan, dibantai oleh para kelompok radikal," jelas Pangi.

Sebulan terakhir, Papua diwarnai gejolak yang berujung pada perusakan fasilitas umum dan jatuhnya korban jiwa, terakhir terjadi kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Dalam kerusuhan di Wamena, 32 orang tewas. Sebagian besar korban tewas ditemukan dalam keadaan hangus terbakar, yang lainnya ada yang terkena sabetan benda tajam, panah, dan juga luka akibat benda tumpul.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya