Berita

Ketua Umum Nasdem, SUrya Paloh/Net

Politik

Tolak Perppu KPK, Surya Paloh: Seakan-Akan Tidak Ada Kepercayaan

SENIN, 30 SEPTEMBER 2019 | 01:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Nasional Demokrat (NasDem) mendesak pemerintah untuk tidak menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait dengan revisi UU KPK yang banyak ditentang publik.

Menurutnya, selagi masih ada judicial review, penerbitan Perppu tidak diperlukan.

“Apa urusannya dengan Perppu? Kecuali kita tidak bisa di MK, atau upaya bagaimana menyadarkan pimpinan partai yang lain untuk revisi pembahasan UU baru,” ucap Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Minggu (29/9).


Ia menjelaskan, saat ini bangsa Indonesia tengah disibukkan dengan carut-marutnya bangsa. Tidak mudah Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perppu tanpa memikirkan kemaslahatan bangsa.

"Yang kita pikirkan bukan berkelahi untuk memforsir hingga terjadinya korban di antara anak-anak kita. UU itu belum diteken tapi seakan-akan tidak ada jalan lain, tidak ada kepercayaan satu sama lain," sambungnya.

Atas dasar itu, ia berpandangan saat ini masyarakat tengah dilanda krisis kepercayaan. Jika hal ini dibiarkan, jelasnya, maka Indonesia akan sulit maju.

"Saya katakan pasar modal kita hancur, kapital flight, akibatnya investasi nol. Pertumbuhan jangan diharapkan. Pengangguran akan bertambah, kriminalitas akan naik. Bisa jadi ini akan lebih dari itu," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya