Berita

Demo mahasiswa di DPR RI/RMOL

Politik

Semakin Ditekan, Mahasiswa Semakin Melawan

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019 | 16:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Menristek Dikti Mohamad Nasir yang mendesak rektor perguruan tinggi agar tidak mengerahkan mahasiswa turun ke jalan tidak akan mempan

Hal ini diungkapkankan Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komaruddin. Menurutnya, perintah untuk meredam gerakan mahasiswa yang menolak UU KPK dan sejumlah RUU bermasalah akan membuat gerakan mahasiswa semakin membesar.

"Saya rasa mahasiswa akan tetap bergerak. Karena intinya bukan soal redam meredam melalui rektor maupun dosen. Tapi mahasiswa menolak UU KPK yang melemahkan dan RUU bermasalah," kata Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (26/9).


Ujang menambahkan, gerakan mahasiswa membesar meski dilakukan upaya peredaman yang dilakukan oleh pemerintah melalui pendekatan kekuasaan sekalipun. Sebab, gerakan mahasiswa adalah gerakan moral.  

"Semakin ditekan, semakin dikendalikan, mereka semakin melakukan perlawanan dengan gerakan moralitas tadi," tegas Ujang.

Lebih lanjut Ujang menegaskan, pemerintah dan DPR telah melukai masyarakat dengan mengebut sejumlah RUU bermasalah karena telah mengesahkan UU KPK yang justru melemahkan pemberantasan korupsi.

"Masyarakat tidak bodoh, masyarakat tidak diam, masyarakat bergerak termasuk mahasiswanya. Mahasiswa mencium ada yang tidak benar dalam persoalan UU KPK dan RUU kontroversial itu. Itu yang membuat mahasiswa tetap kritis tetap bergerak," paparnya.

Ujang menyesalkan sikap pemerintah yang terkesan antikritik dengan melakukan upaya-upaya peredaman gerakan mahasiswa. Padahal, demonstrasi dijamin oleh UUD 1945.

"Jangan salah loh demonstrasi itu sesuai konstitusi dijamin oleh UUD. Tidak bisa melarang siapapun. Ketika rektor dan dosennya melarang saya rasa mahasiswa tidak akan tinggal diam. Mereka tetap akan melakukan gerakan moral menolak UU KPK yag disahkan oleh DPR dan pemerintah dan RUU bermasalah," tutupnya.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya