Berita

Yerusalem/Net

Dunia

Israel Tangkap Menteri Palestina Untuk Urusan Yerusalem

RABU, 25 SEPTEMBER 2019 | 20:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polisi Israel menangkap Menteri Urusan Yerusalem Fadi al-Hadami dari Otoritas Palestina (PA) pada hari ini (Rabu, 25/9).

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Urusan Yerusalem memastikan bahwa pasukan Israel menggerebek rumah al-Hadami dan membawanya.

Pihak kepolisian Israel mengklaim, penangkapan dilakukan karena al-Hadami melakukan aktivitas politik di Yerusalem Timur yang diduduki.


Al-Hadami dituduh melanggar hukum yang melarang kegiatan politik oleh PA di Yerusalem. PA sendiri diketahui mengatur Tepi Barat yang diduduki.

"Dia sedang ditanyai oleh petugas dari distrik kepolisian Yerusalem," kata jurubicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld kepada Al Jazeera, tanpa memberikan informasi lebih lanjut.

Ini bukan kali pertama penangkapan al-Hadami terjadi. Sebelumnya dia pernah ditangkap pada bulan Juni lalu. Pengacaranya mengatakan bahwa penangkapan pada saat itu dilakukan karena dia mendampingi Presiden Chili Sebastian Pinera dalam kunjungannya ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Di hari yang sama, otoritas Israel juga memanggil gubernur Palestina di Yerusalem Adnan Ghaith, dan putranya ketika mereka menggerebek rumah Ghaith di Silwan.

Pihak Israel mengklaim bahwa Ghaith dicari karena pelanggaran yang sama.Ghaith juga sebelumnya pernah ditangkap beberapa kali oleh pasukan Israel. Namun dia kemudian dibebaskan untuk menjadi tahanan rumah

Kelompok Fatah Palestina mengecam tindakan tersebut dan menilai itu adalah bagian dari upaya Israel untuk mengkonsolidasikan cengkeramannya atas kota yang diduduki dengan tidak mengizinkan kehadiran atau aktivitas resmi Palestina di kota itu.

"Siapa pun yang terkait dengan PA di Yerusalem, mereka ditangkap secara rutin karena Israel ingin memastikan bahwa tidak ada perwakilan Palestina di Yerusalem," kata mantan penasihat hukum perdamaian Palestina yang juga analis di Haifa, Diana Buttu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya