Berita

Kapolri Jenderal Tito Karnavia/RMOL

Politik

Kapolri: Ada Agenda Internasional Di Balik Insiden Kerusuhan Wamena

RABU, 25 SEPTEMBER 2019 | 08:56 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kerusuhan yang pecah di Wamena, Papua, pada Senin (23/9) kemarin tak lepas dari peristiwa di Surabaya dan Malang. Lebih jauh lagi, ada agenda khusus dari kerusuhan yang terjadi untuk memancing perhatian dunia internasional terhadap Papua.

Hal ini diungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian  saat melakukan konferensi pers di di Kantor Media Center Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (24/9). Tito menjelaskan, gejolak di Papua didalangi  Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Benny Wenda, untuk memancing perhatian dunia internasional.

"Seperti Sidang Komisi Tinggi HAM PBB di Jenewa, Majelis Umum PBB, dan Sidang Tahunan PBB di New York yang dimulai sejak 23 September kemarin," ujar Kapolri Tito.


Benny Wenda memanfaatkan gerakan di Papua untuk memancing media nasional dan internasional sebagai amunisi melaksanakan diplomasi.

"Mereka mem-branding pelanggaran HAM di Papua, agar diangkat oleh negara lain pada Majelis Umum PBB," ungkap Tito.

Hal senada disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto yang menyebut meletusnya kerusuhan kemarin tak lepas dari peran gerakan Papua Merdeka.  Gerakan itu, kata Wiranto, ingin mencari perhatian dunia internasional karena saat ini sedang digelar Sidang PBB di New York.

"Mereka ingin aksi provokasi tunjukkan eksistensinya. Padahal merugikan masyarakat, gerakan anarkis melanggar hukum," ucap Wiranto.

"Aparat meredam dan sadarkan masyarakat jangan jadi bulan-bulanan pihak-pihak yang cari untung di sana," tutupnya.

Dalam kerusuhan di Wamena, sampai Selasa (24/9) kemarin Polri mencatat ada 26 orang korban meninggal dunia. Mayoritas  akibat luka bacok dan terbakar.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya