Berita

Kapolri Jenderal Tito Karnavian/RMOL

Presisi

Kapolri: 26 Orang Tewas Dalam Insiden Wamena Karena Kata Keras Yang Tidak Sempurna

RABU, 25 SEPTEMBER 2019 | 02:59 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menyayangkan kejadian anarkis yang kembali terjadi di Wamena, Papua.

"Kita patut berduka dan menyesalkan apa yang terjadi di Papua," ungkap Tito saat menyampaikan konferensi pers di Gedung Media Center Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM, Selasa (24/9).

Tito menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih melakukan investigasi terkait penyebab pecahnya peristiwa kerusuham maut di Wamena tersebut.


Berdasarkan isu yang beredar pada hari Senin (23/9) pukul 7.30 waktu setempat, di sebuah sekolah ada seorang guru pendatang yang mengajar di kelas yang mengatakan kata 'keras'.

Namun dikarenakan volume suara yang lemah atau karena logat, kata keras itu  ditangkap menjadi kata kera.

"Jadi huruf 'S' nya itu lemah terdengarnya," imbuh Tito.

Selanjutnya sekelompok oknum memanfaatkan ini dengan melakukan propaganda yang bertujuan menggerakkan masa untuk melakukan aksi .

"Padahal sekali lagi ini belum tentu benar. Namun isu itu terlanjur menyebar dan mereka pun terprovokasi, " katanya.

Lebih dalam Tito menerangkan, masyarakat yang terprovokasi terlanjur banyak yakni sekitar 2000-an masa yang langsung melakukan perbuatan anarkis.

"Mereka melemparkan batu kepada para pendatang dan merusak kantor instansi pemerintahan serta membakar sepeda motor," ungkap Tito.

Aksi tersebut berlangsung sampai pukul 15.00 waktu setempat. Atas kejadian tersebut sebanyak 26 orang meninggal dunia terdiri dari 22 orang masyarakat pendatang dan 4 orang dari warga lokal.

"Mereka terkena luka bacok dan terbakar akibat rumah atau rukonya dibakar oleh masa. Sedangkan yang terluka sejauh ini ada 66 orang," tandas Tito.

Untuk situasi di Wamena saat ini, Tito menyampaikan sudah aman terkendali. Tetapi pihak keamanan terus waspada dan menambah jumlah pasukan untuk berjaga di sana.

"Tim investigasi sedang dilakukan dan kita memberikan bantuan kepada yang terluka. Secepat mungkin kita lakukan rekonsiliasi, rekontruksi dan rehabilitasi," pungkas Tito.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya