Berita

Fahira Idris/Net

Politik

Fahira Idris: Aksi Mahasiswa Bukti Kondisi Bangsa Sedang Tidak Baik

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 | 12:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Beberapa hari terakhir mahasiswa dari berbagai penjuru daerah melakukan aksi turun ke jalan memprotes dan menyuarakan keresahan yang dialami rakyat.

Memang belakangan ini berbagai persoalan sedang menerpa Indonesia mulai dari pergolakan yang terus terjadi di Papua bahkan mengakibatkan korban jiwa, lambannya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta korban kabut asap, pengesahan revisi UU KPK, hingga luasnya penolakan beberapa RUU produk DPR dan pemerintah yang hendak disahkan.

Wakil Ketua Komite I DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, aksi mahasiswa di berbagai daerah adalah tanda bahwa kondisi bangsa ini sedang tidak baik-baik saja.


Apa yang disuarakan mahasiswa adalah gumpalan keresahan sebagian besar rakyat atas kondisi bangsa dan perilaku para elitenya. Gumpalan keresahan ini harus disuarakan mahasiswa agar para elite negeri ini kembali bertindak sesuai amanat para pendiri bangsa.

"Negara ini sedang tidak tentu arah, wajar mahasiswa resah," kata Fahira di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9).

"Segala indeks kehidupan dalam kondisi yang tidak mengembirakan. Ekonomi tak kunjung tumbuh, defisit perdagangan, Papua dirundung pergolakan, bencana karhutla dan kabut asap terus mengancam, kondisi BPJS Kesehatan yang mengkhawatirkan, dan korupsi yang semakin menjadi. Beban rakyat masih harus ditambah dengan kontroversi berbagai produk RUU," ujar Fahira manambhakan.

Menurut Fahira, harusnya setelah gelaran Pemilu 2019 tuntas dan hasilnya petahana kembali terpilih, rakyat disuguhkan optimisme memandang bangsa ini ke depan. Namun, kondisi akhir-akhir ini menunjukkan gejala sebaliknya.

Mahasiswa turun ke jalan hanya untuk mengingatkan para pengambil kebijakan negeri ini agar segera kembali menjalankan amanat para pendiri bangsa dan cita-cita reformasi yang hingga detik ini belum sepenuhnya tuntas.

"Mahasiswa yang saat ini turun ke jalan itu maksudnya baik. Mereka korbankan pikiran, waktu, dan tenaga untuk mengingatkan para pemimpin agar mengelola negeri ini dengan cara yang baik dan demokratis. (Gerakan mahasiswa) jangan dituding macam-macam karena itu sama saja menghina aspirasi kebanyakan rakyat. Jangan juga dianggap enteng karena yang mereka suarakan adalah kehendak sebagain besar rakyat. Saya harap hak-hak mahasiswa menyuarakan aspirasi dilindungi sesuai amanat undang-undang," tutur Senator Jakarta ini.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya