Berita

Publika

Penguasa Pacific Rim

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 | 11:08 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

AHLI Geostragis (?) Profesor Hendrajit luar biasa. Dari satu Buku "Lord of The Rim", dia bisa "mengembangkan teori tersendiri". Albert Einstein bahkan ngga mampu melakukan hal semacam ini.

Buku "Lord of The Rim" By Sterling Seagrave mengatakan kunci sukses para taipan overseas adalah "thick face & black heart".

Intinya Profesor Hendrajit ngga bisa membedakan terminologi Tiongkok, Tycoon dan Diaspora. Ketiganya dipukul rata dengan istilah "Cina".


Seperti banyak orang lain, Profesor Hendrajit taunya Tiongkok masih pegang Deng Xiao Ping Theory yaitu "socialism with Chinese characteristics".

Deng Xiao Ping merevisi Maoism yang bertumpu pada "socialist revolution in the agricultural pre-industrial society of China".

Salah satu variable dalam "Socialism with Chinese characteristics" itu adalah modernisasi, market economy dan memperkuat productive forces.

Policy "One country, two systems" ngga ada kaitannya dengan Tycoon dan diaspora. Seperti yang disambung-sambungin Profesor Hendrajit.

Policy itu adalah hasil kesepakatan Sino-British Joint Declaration terkait Hongkong dan Sino-Portuguese Joint Declaration terkait Macau.

Sekarang masanya beda. Tiongkok mengadopsi "Xi Jinping Thought" yaitu "Socialism with Chinese Characteristics for a New Era".

Salah satu dari 14 policy dalam Xi Jinping Thought adalah "Establish a common destiny between Chinese people and other people around the world with a "peaceful international environment".

Point ini serupa dengan philosophy Henry Ford yang berpikir mensejahterakan negara konsumen sehingga punya purchasing power membeli mobil-mobil Ford.

The fifth generation of Chinese Communist leaders sampai pada paradigma; Tiongkok hanya bisa sejahtera bila negara-negara di dunia lebih makmur.

Sehingga negara-negara itu punya purchasing power menyerap barang sekaligus sanggup memproduksi kebutuhan Tiongkok.

Atas dasar ini, Mega Project OBOR diinisiasi. Supaya mempermudah jalur distribusi barang.

Pihak yang paling siap mengeksploitasi pasar Tiongkok yang terbuka adalah taipan. Di Asia Pasific Rim ironisnya diaspora Tionghoa berkuasa sebagai Invisible Economic Imperium.

Padahal China open-door policy tidak bersifat rasis. Kalo ngga percaya tanya kepada Konglomerat Dahlan Iskan yang punya close-link dengan Beijing.

Sebagai closing statements, Profesor Hendrajit menggunakan Sukarno, Pa Harto dan Kwik Kian Gie sebagai tameng pembenaran.

Sukarno tertekan kalangan radikal kanan. Setuju Program Benteng yang dipelopori Mr. Assaat dan Perdana Menteri Muhammad Natsir dari Masyumi.

Mereka berpendapat pengusaha Tionghoa itu anasir asing. Sedangkan Siauw Giok Tjan dari Baperki keras menyatakan bahwa pengusaha Tionghoa adalah productive force yang harus dimanfaatkan untuk menyelesaikan Revolusi Indonesia.

Menurut Benny G Setiono, penulis buku "Tionghoa Dalam Pusaran Politik", program Benteng ini terkesan rasialis dan menjadi sumber korupsi. Kongkalikong antara pengusaha Pribumi dan Tionghoa disebut sebagai "Sistem Ali-Baba".

Program Benteng dinyatakan gagal tahun 1957. Ekonomi Indonesia malah terpuruk hingga akhirnya membuat Sukarno tumbang.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya