Berita

Greta Thunberg (kiri ata) dan rekan-rekan aktivis anak lainnya/CNN

Dunia

Aktivis Anak Tuding Lima Negara Ini Gagal Hentikan Perubahan Iklim

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 | 08:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aktivis iklim anak asal Swedia, Greta Thunberg beserta sejumlah aktivis muda lainnya mengadukan kepada PBB bahwa lima negara ekonomi dunia telah melanggar hak asasi manusia dengan tidak mengambil tindakan yang memadai untuk menghentikan krisis iklim yang sedang berlangsung.

Pengaduan itu dia sampaikan di tengah KTT Aksi Iklim PBB yang digelar di markas abesar PBB di New York pada Senin (23/9).

Dalam kesempatan itu, gadis 15 tahun itu beserta rekan-rekan aktivis iklim muda lainnya menyebut bahwa lima negara yakni Jerman, Perancis, Brasil, Argentina, dan Turki telah gagal menegakkan kewajiban mereka berdasarkan Konvensi Hak Anak.


"Anda (lima negara ekonomi dunia) telah mencuri mimpi saya dan masa kecil saya dengan kata-kata yang kosong, namun, saya salah satu yang beruntung," kata Thunberg.

"Orang-orang menderita, orang-orang sekarat," sambungnya seperti dimuat CNN.

Sementara itu, pada sebuah konferensi pers, Thunberg dan anak-anak lain yang bergabung dengan pengaduan itu menyatakan frustrasi dengan kurangnya urgensi yang telah ditunjukkan para pemimpin dunia dalam memerangi perubahan iklim.

"Pesan yang ingin kami kirim adalah bahwa kami sudah cukup," kata Thunberg.

Sementara itu, aktivis iklim anak lainnya, yakni Carl Smith yang juga merupakan orang  suku asli Yupiaq yang tinggal di Akiak, Alaska, menjelaskan bagaimana pemanasan telah membahayakan perburuan dan penangkapan subsisten yang bergantung pada komunitasnya.

Dia menyalahkan kelambanan para pemimpin dunia karena ketamakan.

"Saya pikir mereka bertindak lambat karena mereka tidak ingin kehilangan uang," kata Smith.

"Dan saya pikir mereka harus melihat apa yang (perubahan iklim) lakukan terhadap desa dan kota kecil," tegasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya