Berita

Dampak Topan Tapah/Net

Dunia

Topan Tapah Lumpuhkan 250 Penerbangan Di Korsel

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 | 21:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Topan Tapah menghantam Korea Selatan (Korsel) dan mengakibatkan lebih dari 27 ribu rumah kehilangan aliran listrik, 250 penerbangan dibatalkan, dan 30 orang terluka.

Begitu ungkap Kementerian Dalam Negeri Korsel sebagaimana dilansir TRT World pada Senin (23/9).

Kemendagri Korsel menyampaikan Topan Tapah membawa angin kencang dan hujan lebat di kota-kota bagian selatan pada Minggu (22/9) dan Senin (23/9). Akibatnya, satu orang terluka parah dan 29 orang lainnya luka ringan.


Selain itu, Kemendagri juga mengungkapkan sebanyak 27.790 rumah mengalami pemadaman listrik dan 250 jadwal penerbangan dibatalkan di 11 bandara.

Dari beberapa laporan media setempat, terdapat tiga korban tewas. Namun ketika dikonfirmasi, tidak satu pun kematian tersebut disebabkan oleh bencana Topan Tapah.

Sementara itu, menurut pejabat cuaca Korsel, Topan Tapah kemungkinan menyebabkan hujan ringan di kota-kota pesisir timur di Korea Utara tetapi tidak akan menyebabkan kerusakan di sana. 

Topan Tapah sempat menyerang bagian selatan Jepang yang mengakibatkan banjir dan beberapa korban terluka ringan. Badai tidak membuat pendaratan di semenanjung karena bergerak ke timur laut dan melemah pada hari Senin (23/9).

Senada dengan pernyataan tersebut, Badan Meteorologi Jepang sebelumnya juga mengatakan topan telah melemah hingga 90 kilometer (55 mil) per jam.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya