Berita

Maskapai Thomas Cook berhenti beroperasi akibat utang yang menggunung/Net

Dunia

Thomas Cook Bangkrut, 600 Ribu Pelancong Gagal Jalan-jalan

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 | 12:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Thomas Cook bangkrut. Akibatnya, perusahaan wisata yang sudah berusia 178 tahun itu terpaksa membekukan empat maskapai penerbangannya, termasuk Thomas Cook Airlines. Mereka juga membatalkan perjalanan terhadap lebih dari 600 ribu wisatawan global pada Senin pagi (23/9).

"Ini menandai hari yang sangat menyedihkan bagi perusahaan yang memelopori paket liburan dan memungkinkan perjalanan bagi jutaan orang di seluruh dunia. Saya ingin meminta maaf kepada jutaan pelanggan kami, dan ribuan karyawan," ujar Kepala Eksekutif Thomas Cook, Peter Fankhauser seperti dilansir oleh Associated Press.

Senada dengan Fankhauser, Civil Aviation Authority (CAA) mengatakan Thomas Cook telah berhenti beroperasi. Empat maskapai penerbangannya dibekukan dan 21 ribu karyawannya di 16 negara terpaksa kehilangan pekerjaan.


Perusahaan wisata yang sudah berdiri sejak 1841 tersebut diketahui memiliki beban utang sebesar 1,25 miliar poundsterling (Rp 22 triliun, kurs 1 poundsterling=Rp 17.549). Mereka baru bisa mengumpulkan 900 juta poundsterling (Rp 15,7 triliun) untuk menutup utang tersebut.

Untuk menghindari kebangkrutan, pada Jumat (20/9) pihak Thomas Cook menyebut harus bisa segera mendapatkan tambahan 200 juta poundsterling (Rp 3,5 triliun). Hingga saat ini, sisa dana yang dibutuhkan tak kunjung didapat.

Kesulitan yang dihadapi Thomas Cook untuk membayar utang ini diperkirakan karena menurunnya permintaan penerbangan dan wisata ke Inggris sebagai dampak dari Brexit. Oleh karenanya, serikat pekerja yang mewakili staf Thomas Cook mendesak pemerintah Inggris untuk campur tangan.

Menanggapi hal ini, CAA menyatakan akan berusaha untuk membuat wisatawan kembali pulang sesuai dengan tanggal yang direncanakan. Menteri Transportasi Inggris, Grant Shapps juga mengatakan telah menyewa puluhan pesawat charter untuk melakukan rencana repatriasi atau pemulangan secara gratis.

Sementara itu, sekitar 1 juta pelancong yang sudah memesan perjalanan wisata juga akan mendapatkan pengembalian uang, berdasarkan ketentuan rencana asuransi perjalanan pemerintah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya