Berita

Pasukan AS/Net

Dunia

Hindari Perang Dengan Iran, AS Justru Tambah Pasukan Di Arab Saudi Dan UEA

MINGGU, 22 SEPTEMBER 2019 | 06:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat bergegas mengambil langkah agresif dengan mengumumkan akan mengerahkan pasukan tambahan Amerika Serikat dan peralatan pertahanan rudal ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Pengunuman itu dikeluarkan oleh Pentagon jelang akhir pekan ini sebagai tanggapan terhadap serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.

Meneri pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper, mengatakan bahwa ini adalah langkah pertama untuk meningkatkan keamanan dan dia tidak akan mengesampingkan langkah-langkah tambahan di masa depan.


Sementara itu Kepala Staf Gabungan, Jenderal Joseph Dunford dalam pernyataan terpisah mengatakan bahwa rincian lebih lanjut tentang penempatan akan ditentukan dalam beberapa hari mendatang. Namun dia menekankan bahwa hal itu tidak akan melibatkan ribuan tentara Amerika Serikat.

Pengumuman tersebut merupakan perpanjangan tangan dari sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dia menyalahkan Iran atas serangan di fasilitas minyak Arab Saudi tersebut.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa dia memilih untuk menahan lebih banyak kekuatan daripada meluncurkan serangan militer pasca serangan di fasilitas minyak Arab Saudi. Dia mengatakan bahwa dia ingin menghindari perang habis-habisan dengan Iran.

Sebagai gantinya, dia memberikan sanksi baru pada bank sentral Iran.

"Saya pikir pendekatan orang kuat dan hal yang menunjukkan kekuatan akan menunjukkan sedikit pengekangan," kata Trump.

"Jauh lebih mudah untuk melakukannya dengan cara lain, dan Iran tahu bahwa jika mereka berperilaku tidak pantas, mereka sedang dipinjam waktu," jelasnya, seperti dimuat The Guardian.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya