Berita

Pemberontak Houthi/Net

Dunia

Khawatir Perang Berlanjut, Houthi Ajak Koalisi Arab Saudi Gencatan Senjata

SABTU, 21 SEPTEMBER 2019 | 13:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemberontak Yaman, Houthi menyatakan akan berhenti mengarahkan serangan rudal dan pesawat tidak berawak ke Arab Saudi sembari mengecam perang berkelanjutan karena akan sangat berbahaya.

Begitu yang diungkapkan oleh Kepala Dewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat, Jumat malam (20/9).

"Kami menyatakan berhenti menargetkan wilayah Arab Saudi dengan drone militer, rudal baistik, dan semua bentuk senjata lainnya, dan kami menunggu langkah balasan dari mereka," ujar Mashat pada TV Al Masirah yang kelola Houthi seperti yang dimuat oleh Al Jazeera.


Lebih lanjut, Mashat juga mengatakan Houthi berhak untuk merespons jika Arab Saudi tidak membalas secara positif inisiatif dari kelompok anti pemerintah tersebut, seraya menambahkan bahwa kelanjutan perang Yaman tidak akan menguntungkan pihak manapun.

Dia meminta agar semua pihak dari berbagai sisi dapat mengarah pada rekonsiliasi yang komprehensif. Tujuan utama gencatan senjata ini untuk "melestarikan darah Yaman dan mencapai amnesti umum".

Selain itu, Mashat juga menyerukan pembukaan kembali Bandara Internasional Sanaa dan membuka akses ke Pelabuhan Hodeidah di Laut Merah untuk akses masuk impor dan bantuan kemanusiaan.

Hingga kini, koalisi militer yang dipimpin Saudi belum menanggapi permintaan gencatan senjata Houthi tersebut.

Diketahui pengumuman ini berselang seminggu dari serangan fasilias minyak Aramco Saudi yang diklaim oleh Houthi. Alhasil, separuh produksi minyak Arab Saudi berkurang dan harga minyak dunia naik.

Meski Houthi bersikeras bertanggung jawab atas serangan di situs Aramco, namun Amerika Serikat dan Arab Saudi tetap menyalahkan Iran. Menanggapi hal ini, Iran memperingatkan setiap serangan balasan terhadapnnya oleh AS maupun Arab Saudi akan mengakibatkan "perang habis-habisan".

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya